Love In a Buff, Bila Cinta Tak Bisa ke Lain Hati

Written By bos blog on Rabu, 09 Januari 2013 | 00.15


Salah satu adegan di film Love in a Buff

Salah satu adegan di film Love in a Buff (sumber: Celestial Movie)




Love in a Buff merupakan sekuel dari film Love in a Puff yang populer di tahun 2010.

Berpacaran dan tinggal berdekatan ternyata bukan jaminan dapat saling menumbuhkan pengertian. Sebaliknya, justru saat tinggal berjauhan, cinta malah bisa menyatukan hati.

Hal itu tersirat dalam drama komedi romantis Love in a Buff, yang akan tayang Minggu, 13 Januari, pukul 20.30 WIB melalui saluran TV berbayar Celestial Movies.

Love in a Buff merupakan sekuel dari film Love in a Puff yang populer di tahun 2010. Masih dibintangi dua aktor utama yaitu Miriam Yeung (sebagai Cherie, sales kosmetika) dan Shawn Yue sebagai Jimmy seorang eksekutif periklanan, serta disutradari dan ditulis oleh Pang Ho-Cheung bersama Jody Luk.

Film yang dirilis akhir Maret 2012 ini menceritakan tentang kelanjutan kisah asrama sepasang kekasih yaitu Cherie dan Jimmy, yang tinggal seatap selama enam bulan di Hong Kong. Pasangan yang bertemu di tempat khusus para perokok ini, menjalani hidup dan mencoba untuk lebih mengerti satu sama lain.

Sayangnya, upaya mereka tidak membuahkan hasil. Jimmy sering tidak datang saat jadwal kencan juga acara-acara keluarga, karena lebih mementingkan pekerjaan, sehingga membuat Cherie marah. Hubungan mereka terancam dan akhirnya harus berpisah saat Jimmy dipindahtugaskan ke Beijing sementara Cherie pindah ke apartemen bersama ibunya.

Merekapun menjalin hubungan asmara dengan pasangan lain. Jimmy bersama seorang pramugari cantik You You (Mini Yang) sementara Cherie berpacaran dengan Sam (Xu Zheng). Namun rupanya cinta mereka tak bisa ke lain hati. Justru dikala mereka jauh, kekuatan cinta semakin membara dan membuat mereka sadar akan apa yang sebenarnya mereka inginkan.
 
Seperti halnya Love in a Puff, film Love in a Buff juga mendapat tanggapan positif dari para penonton. Film yang tayang perdana di Hong Kong International Film Festival ke-36 ini berhasil meraup keuntungan hingga HK$ 9,3 juta di empat hari penayangannya dan langsung masuk jajaran Box Office di Hong Kong.

Miriam yang Juni 2012 lalu melahirkan putra pertamanya bersama Real Ding mengatakan bahwa film ini sangat cocok  untuk pasangan yang baru menjalin asmara. Sementara Shawn mengungkapkan bahwa seorang temannya seketika langsung bergandengan tangan dengan pasangannya setelah menonton film ini.

“Miriam juga hamil tak lama setelah syuting film”, ungkap Shawn.

Ho-Cheung adalah sutradara Hong Kong yang baru saja menyelesaikan film terbarunya Vulgaria bersama Chapman To. Bila ide pembuatan Love in a Puff berasal dari teman-teman dan istrinya, maka Love in a Buff mengungkap berbagai pengalaman menarik yang diadalami Ho-Cheung selama tinggal di Beijing.

“Ya, saya memang pindah ke Beijing sejak awal syuting Love in a Buff. Selanjutnya di Beijing saya lalu menggarap film Vulgaria," ungkapnya.

Menariknya, karena sedemikian sukanya ia dengan karakter Jimmy dan Cherie, ia mengaku siap membuat triloginya.

“Saat selesai bagian kedua, kami lalu berdiskusi. Saya sangat menyukai karakter dalam film ini dan pastinya akan melanjutkan bagian ketiganya. Tapi yang terpenting adalah kita harus memikirkan kisah dan ide menarik dahulu”, paparnya.

Anda sedang membaca artikel tentang

Love In a Buff, Bila Cinta Tak Bisa ke Lain Hati

Dengan url

http://keepyourcurrenthealth.blogspot.com/2013/01/love-in-buff-bila-cinta-tak-bisa-ke.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Love In a Buff, Bila Cinta Tak Bisa ke Lain Hati

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Love In a Buff, Bila Cinta Tak Bisa ke Lain Hati

sebagai sumbernya

0 komentar:

Posting Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger