Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Raditya Dika Hasilkan Karya dari Kegelisahan

Written By bos blog on Rabu, 15 April 2015 | 00.15


Jakarta - Penulis novel dan sutradara film, Raditya Dika, mengaku, membuat karya dari apa yang sedang ia gelisahkan. Menurutnya untuk menjadi seorang creativepreneur dan mendapat inspirasi, hal yang harus dilakukan adalah bertanya pada diri sendiri apa yang sedang digelisahkan.


"Saat jadi kreator, tanya diri sendiri apa yang lagi digelisahkan. Penting untuk tahu kegelisahan karena kita jadi peduli untuk jadikan itu sesuatu. Jawaban dari kegelisahan kita bisa jadi sebuah karya," ujar Raditya Dika dalam seminar "How To Be The Self-Made Creativepreneur Billionaire in Creative Industry", di kampus London School of Public Relations (LSPR), Jakarta, Jumat (27/2).


Inspirasi untuk hasil-hasil karyanya dalam bentuk novel maupun film pendek, ia akui berasal dari kegelisahan pengalaman pribadinya. Kegelisahan tersebut menjadi ide awal dalam membuat konsep karya.


"Novel Cinta Brontosaurus saya buat saat baru putus setelah pacaran empat tahun. Dari situ muncul kegelisahan mengenai cinta yang bisa kedaluwarsa. Stand-up comedy juga sebenarnya bukan melawak. Tapi hasil dari kegelisahan," ujar pria yang baru mengeluarkan novel berjudul Koala Kumal.


Ia menambahkan, usai mendapat inspirasi dari kegelisahan, barulah tentukan platform sebagai media dari karya tersebut. Era teknologi saat ini menurutnya mempermudah karier di dunia kreatif.


"Sekarang sudah banyak platform. Tinggal pilih saja. Dari menulis bisa langsung dijadikan film. Sekarang kita bisa hidup dari karya," jelas Dika.


Lulusan dari Universitas Indonesia ini, mengimbau, pembaca dan viewers untuk dapat memanfaatkan peluang untuk menghasilkan karya. Baginya era dunia datar kini membuat tingkat eksistensi seseorang menjadi tinggi.


"Peluang sekarang untuk berkarya besar. Makanya saya ajak viewers yang dulu pembaca sekarang jadi penulis. Dari penonton video sekarang bikin video," tambah Dika.


Astari Fitria Putri/EPR


00.15 | 0 komentar | Read More

Raditya Dika Hasilkan Karya dari Kegelisahan

Written By bos blog on Rabu, 08 April 2015 | 00.15


Jakarta - Penulis novel dan sutradara film, Raditya Dika, mengaku, membuat karya dari apa yang sedang ia gelisahkan. Menurutnya untuk menjadi seorang creativepreneur dan mendapat inspirasi, hal yang harus dilakukan adalah bertanya pada diri sendiri apa yang sedang digelisahkan.


"Saat jadi kreator, tanya diri sendiri apa yang lagi digelisahkan. Penting untuk tahu kegelisahan karena kita jadi peduli untuk jadikan itu sesuatu. Jawaban dari kegelisahan kita bisa jadi sebuah karya," ujar Raditya Dika dalam seminar "How To Be The Self-Made Creativepreneur Billionaire in Creative Industry", di kampus London School of Public Relations (LSPR), Jakarta, Jumat (27/2).


Inspirasi untuk hasil-hasil karyanya dalam bentuk novel maupun film pendek, ia akui berasal dari kegelisahan pengalaman pribadinya. Kegelisahan tersebut menjadi ide awal dalam membuat konsep karya.


"Novel Cinta Brontosaurus saya buat saat baru putus setelah pacaran empat tahun. Dari situ muncul kegelisahan mengenai cinta yang bisa kedaluwarsa. Stand-up comedy juga sebenarnya bukan melawak. Tapi hasil dari kegelisahan," ujar pria yang baru mengeluarkan novel berjudul Koala Kumal.


Ia menambahkan, usai mendapat inspirasi dari kegelisahan, barulah tentukan platform sebagai media dari karya tersebut. Era teknologi saat ini menurutnya mempermudah karier di dunia kreatif.


"Sekarang sudah banyak platform. Tinggal pilih saja. Dari menulis bisa langsung dijadikan film. Sekarang kita bisa hidup dari karya," jelas Dika.


Lulusan dari Universitas Indonesia ini, mengimbau, pembaca dan viewers untuk dapat memanfaatkan peluang untuk menghasilkan karya. Baginya era dunia datar kini membuat tingkat eksistensi seseorang menjadi tinggi.


"Peluang sekarang untuk berkarya besar. Makanya saya ajak viewers yang dulu pembaca sekarang jadi penulis. Dari penonton video sekarang bikin video," tambah Dika.


Astari Fitria Putri/EPR


00.15 | 0 komentar | Read More

Raditya Dika Hasilkan Karya dari Kegelisahan

Written By bos blog on Rabu, 01 April 2015 | 00.15


Jakarta - Penulis novel dan sutradara film, Raditya Dika, mengaku, membuat karya dari apa yang sedang ia gelisahkan. Menurutnya untuk menjadi seorang creativepreneur dan mendapat inspirasi, hal yang harus dilakukan adalah bertanya pada diri sendiri apa yang sedang digelisahkan.


"Saat jadi kreator, tanya diri sendiri apa yang lagi digelisahkan. Penting untuk tahu kegelisahan karena kita jadi peduli untuk jadikan itu sesuatu. Jawaban dari kegelisahan kita bisa jadi sebuah karya," ujar Raditya Dika dalam seminar "How To Be The Self-Made Creativepreneur Billionaire in Creative Industry", di kampus London School of Public Relations (LSPR), Jakarta, Jumat (27/2).


Inspirasi untuk hasil-hasil karyanya dalam bentuk novel maupun film pendek, ia akui berasal dari kegelisahan pengalaman pribadinya. Kegelisahan tersebut menjadi ide awal dalam membuat konsep karya.


"Novel Cinta Brontosaurus saya buat saat baru putus setelah pacaran empat tahun. Dari situ muncul kegelisahan mengenai cinta yang bisa kedaluwarsa. Stand-up comedy juga sebenarnya bukan melawak. Tapi hasil dari kegelisahan," ujar pria yang baru mengeluarkan novel berjudul Koala Kumal.


Ia menambahkan, usai mendapat inspirasi dari kegelisahan, barulah tentukan platform sebagai media dari karya tersebut. Era teknologi saat ini menurutnya mempermudah karier di dunia kreatif.


"Sekarang sudah banyak platform. Tinggal pilih saja. Dari menulis bisa langsung dijadikan film. Sekarang kita bisa hidup dari karya," jelas Dika.


Lulusan dari Universitas Indonesia ini, mengimbau, pembaca dan viewers untuk dapat memanfaatkan peluang untuk menghasilkan karya. Baginya era dunia datar kini membuat tingkat eksistensi seseorang menjadi tinggi.


"Peluang sekarang untuk berkarya besar. Makanya saya ajak viewers yang dulu pembaca sekarang jadi penulis. Dari penonton video sekarang bikin video," tambah Dika.


Penulis: Astari Fitria Putri/EPR


00.15 | 0 komentar | Read More

Raditya Dika Hasilkan Karya dari Kegelisahan

Written By bos blog on Rabu, 25 Maret 2015 | 00.15


Jakarta - Penulis novel dan sutradara film, Raditya Dika, mengaku, membuat karya dari apa yang sedang ia gelisahkan. Menurutnya untuk menjadi seorang creativepreneur dan mendapat inspirasi, hal yang harus dilakukan adalah bertanya pada diri sendiri apa yang sedang digelisahkan.


"Saat jadi kreator, tanya diri sendiri apa yang lagi digelisahkan. Penting untuk tahu kegelisahan karena kita jadi peduli untuk jadikan itu sesuatu. Jawaban dari kegelisahan kita bisa jadi sebuah karya," ujar Raditya Dika dalam seminar "How To Be The Self-Made Creativepreneur Billionaire in Creative Industry", di kampus London School of Public Relations (LSPR), Jakarta, Jumat (27/2).


Inspirasi untuk hasil-hasil karyanya dalam bentuk novel maupun film pendek, ia akui berasal dari kegelisahan pengalaman pribadinya. Kegelisahan tersebut menjadi ide awal dalam membuat konsep karya.


"Novel Cinta Brontosaurus saya buat saat baru putus setelah pacaran empat tahun. Dari situ muncul kegelisahan mengenai cinta yang bisa kedaluwarsa. Stand-up comedy juga sebenarnya bukan melawak. Tapi hasil dari kegelisahan," ujar pria yang baru mengeluarkan novel berjudul Koala Kumal.


Ia menambahkan, usai mendapat inspirasi dari kegelisahan, barulah tentukan platform sebagai media dari karya tersebut. Era teknologi saat ini menurutnya mempermudah karier di dunia kreatif.


"Sekarang sudah banyak platform. Tinggal pilih saja. Dari menulis bisa langsung dijadikan film. Sekarang kita bisa hidup dari karya," jelas Dika.


Lulusan dari Universitas Indonesia ini, mengimbau, pembaca dan viewers untuk dapat memanfaatkan peluang untuk menghasilkan karya. Baginya era dunia datar kini membuat tingkat eksistensi seseorang menjadi tinggi.


"Peluang sekarang untuk berkarya besar. Makanya saya ajak viewers yang dulu pembaca sekarang jadi penulis. Dari penonton video sekarang bikin video," tambah Dika.


Penulis: Astari Fitria Putri/EPR


00.15 | 0 komentar | Read More

Raditya Dika Hasilkan Karya dari Kegelisahan

Written By bos blog on Rabu, 18 Maret 2015 | 00.15


Jakarta - Penulis novel dan sutradara film, Raditya Dika, mengaku, membuat karya dari apa yang sedang ia gelisahkan. Menurutnya untuk menjadi seorang creativepreneur dan mendapat inspirasi, hal yang harus dilakukan adalah bertanya pada diri sendiri apa yang sedang digelisahkan.


"Saat jadi kreator, tanya diri sendiri apa yang lagi digelisahkan. Penting untuk tahu kegelisahan karena kita jadi peduli untuk jadikan itu sesuatu. Jawaban dari kegelisahan kita bisa jadi sebuah karya," ujar Raditya Dika dalam seminar "How To Be The Self-Made Creativepreneur Billionaire in Creative Industry", di kampus London School of Public Relations (LSPR), Jakarta, Jumat (27/2).


Inspirasi untuk hasil-hasil karyanya dalam bentuk novel maupun film pendek, ia akui berasal dari kegelisahan pengalaman pribadinya. Kegelisahan tersebut menjadi ide awal dalam membuat konsep karya.


"Novel Cinta Brontosaurus saya buat saat baru putus setelah pacaran empat tahun. Dari situ muncul kegelisahan mengenai cinta yang bisa kedaluwarsa. Stand-up comedy juga sebenarnya bukan melawak. Tapi hasil dari kegelisahan," ujar pria yang baru mengeluarkan novel berjudul Koala Kumal.


Ia menambahkan, usai mendapat inspirasi dari kegelisahan, barulah tentukan platform sebagai media dari karya tersebut. Era teknologi saat ini menurutnya mempermudah karier di dunia kreatif.


"Sekarang sudah banyak platform. Tinggal pilih saja. Dari menulis bisa langsung dijadikan film. Sekarang kita bisa hidup dari karya," jelas Dika.


Lulusan dari Universitas Indonesia ini, mengimbau, pembaca dan viewers untuk dapat memanfaatkan peluang untuk menghasilkan karya. Baginya era dunia datar kini membuat tingkat eksistensi seseorang menjadi tinggi.


"Peluang sekarang untuk berkarya besar. Makanya saya ajak viewers yang dulu pembaca sekarang jadi penulis. Dari penonton video sekarang bikin video," tambah Dika.


Penulis: Astari Fitria Putri/EPR


00.15 | 0 komentar | Read More

Raditya Dika Hasilkan Karya dari Kegelisahan

Written By bos blog on Rabu, 11 Maret 2015 | 00.15


Jakarta - Penulis novel dan sutradara film, Raditya Dika, mengaku, membuat karya dari apa yang sedang ia gelisahkan. Menurutnya untuk menjadi seorang creativepreneur dan mendapat inspirasi, hal yang harus dilakukan adalah bertanya pada diri sendiri apa yang sedang digelisahkan.


"Saat jadi kreator, tanya diri sendiri apa yang lagi digelisahkan. Penting untuk tahu kegelisahan karena kita jadi peduli untuk jadikan itu sesuatu. Jawaban dari kegelisahan kita bisa jadi sebuah karya," ujar Raditya Dika dalam seminar "How To Be The Self-Made Creativepreneur Billionaire in Creative Industry", di kampus London School of Public Relations (LSPR), Jakarta, Jumat (27/2).


Inspirasi untuk hasil-hasil karyanya dalam bentuk novel maupun film pendek, ia akui berasal dari kegelisahan pengalaman pribadinya. Kegelisahan tersebut menjadi ide awal dalam membuat konsep karya.


"Novel Cinta Brontosaurus saya buat saat baru putus setelah pacaran empat tahun. Dari situ muncul kegelisahan mengenai cinta yang bisa kedaluwarsa. Stand-up comedy juga sebenarnya bukan melawak. Tapi hasil dari kegelisahan," ujar pria yang baru mengeluarkan novel berjudul Koala Kumal.


Ia menambahkan, usai mendapat inspirasi dari kegelisahan, barulah tentukan platform sebagai media dari karya tersebut. Era teknologi saat ini menurutnya mempermudah karier di dunia kreatif.


"Sekarang sudah banyak platform. Tinggal pilih saja. Dari menulis bisa langsung dijadikan film. Sekarang kita bisa hidup dari karya," jelas Dika.


Lulusan dari Universitas Indonesia ini, mengimbau, pembaca dan viewers untuk dapat memanfaatkan peluang untuk menghasilkan karya. Baginya era dunia datar kini membuat tingkat eksistensi seseorang menjadi tinggi.


"Peluang sekarang untuk berkarya besar. Makanya saya ajak viewers yang dulu pembaca sekarang jadi penulis. Dari penonton video sekarang bikin video," tambah Dika.


Penulis: Astari Fitria Putri/EPR


00.15 | 0 komentar | Read More

Raditya Dika Hasilkan Karya dari Kegelisahan

Written By bos blog on Rabu, 04 Maret 2015 | 00.15




Hidup Anda bisa seindah pelangi
Jika Anda pandai mewarnai.
Kami datang setiap hitungan detik,
membawa aneka ragam informasi.

Beritasatu.com mewarnai hidup Anda
dengan informasi aktual-penuh makna.
Beritasatu.com sumber informasi terpercaya.











Maaf, halaman yang anda cari tidak ditemukan.





00.15 | 0 komentar | Read More

Puteri Indonesia 2015 Tak Menyangka Fotonya Jadi Heboh

Written By bos blog on Rabu, 25 Februari 2015 | 00.15


Jakarta - Puteri Indonesia 2015, Anindya Kusuma Putri tak pernah menyangka fotonya saat mengenakan kaus palu arit mejadi heboh. Padahal ia merasa foto yang dibuat pada 2013 itu hanya sebagai bentuk rasa terima kasih kepada delegasi Vietnam yang memberikan kaus tersebut.


(Baca: Penjelasan Anindya Mengenai Kaus Palu Arit)


"Jujur sayang enggak pernah menyangka. Karena itu foto lama saat saya masih aktif sebagai presiden AIESEC. Foto itu diambil di Semarang, kemudian saya unggah di Instagram," ungkapnya, di Graha Mustika Ratu, Jakarta Selatan, Selasa (24/2).


Dijelaskan Anindya, kaus tersebut dikenakan saat menghadiri sebuah acara penanaman pohon di salah satu daerah di Semarang.


"Saya mengenakan itu karena saya ingin menghormati pemberian dan menghargai apa yang diberikan ke saya. Kalau ditanya apakah saya berjiwa sama dengan yang saya kenakan, saya bisa jawab, jiwa saya tetap Pancasila dan saya sangat mencintai Indonesia. Bila tidak, mana mungkin saya dipilih sebagai duta Indonesia untuk AIESEC," lanjutnya.


Ke depan, Anindya mengaku akan lebih berhati-hati dalam bertindak karena saat ini dirinya merupakan Puteri Indonesia.


"Sebagai Puteri Indonesia, saya sadar saya kini sudah menjadi sorotan di masyarakat dan menjadi suri tauladan bagi wanita Indonesia di mata internasional," katanya.


Penulis: Chairul Fikri/EPR


00.15 | 0 komentar | Read More

Hi-5 Siap Hibur Anak-anak Indonesia

Written By bos blog on Rabu, 18 Februari 2015 | 00.15


Jakarta - Grup Vokal yang menyanyikan lagu-lagu anak, Hi-5, bakal mengegelar konser ketiga kalinya di Jakarta. Konser bertajuk "Hi-5 House Hits" diadakan di Exhibition Hall- Gandaria City 18 hingga 22 Februari 2015.


Regina, juru bicara Sorak Gemilang Entertainment, promotor yang membawa Hi-5 ke Jakarta menerangkan bahwa pihaknya sangat bangga bisa kembali membawa Hi-5 untuk menghibur anak-anak di Indonesia. Regina menjanjikan konser Hi-5 kali ini akan berbeda dengan konser sebelumnya.


“Penggemar Hi-5 dapat bertemu bernyanyi dan menari bersama dengan lagu-lagu Hi-5,” kata Regina dalam konferensi pers yang digelar Skeeno Hall, Gandaria City, Selasa (17/2).


Menurut Regina tiket yang disediakan oleh Sorak Gemilang Entertaiment masih bisa didapatkan melalui gerai CIMB Niaga Digital Lounge dan dibeli online di Blibli.com. Regina menegaskan tiket konser yang tersedia untuk konser Hi-5 hanya tersisa sedikit.


Lima orang personil Hi-5 yang hadir dalam konferensi pers kompak menyatakan bahwa mereka sangat menantikan untuk kembali menggelar konser di Indonesia. Sejak konser perdana dan keduanya di jakarta, personil Hi-5 tidak pernah berhenti berkomunikasi dengan penggemarnya di Indonesia.


Ainsley Melham, personil Hi-5 yang bergabung sejak tahun 2013 itu menjelaskan Hi-5 terus mendapatkan pertanyaan kapan mereka kembali menggelar konser di Indonesia.


“Penggemar kami di sini sangat bersemangat. Mereka selalu mengontak kami melalui media sosial,” kata Ainsley.


Hi-5 diluncurkan pertama kali pada tahun 1998 di Australia. Beranggotakan lima personil, Hi-5 mengemban misi untuk menghibur sekaligus memberikan pendidikan kepada anak usia dua hingga delapan tahun. Hi-5 mempunyai acara televisi yang disiarkan di seluruh dunia. Di acara itu Hi-5 bernyanyi, menari dan bercerita tentang tema-tema yang dekat dengan kehidupan anak-anak. 


Penulis: Rizky Amelia/AF


00.15 | 0 komentar | Read More

Firasat Yuni Shara Jelang Meninggalnya Rinto Harahap

Written By bos blog on Rabu, 11 Februari 2015 | 00.15


Jakarta - Yuni Shara ternyata memiliki firasat jelang meninggalnya musisi senior Rinto Harahap di RS Mount Elizabeth, Singapura, pada Senin (9/2) pukul 22.50 WIB. Hal itu diungkapkan penyanyi tembang lawas asal Malang, Jawa Timur itu saat dihubungi sejumlah media, Selasa (10/2).


"Tiga minggu belakangan ini aku tuh sempat nyari-nyari CD lagu-lagu yang dibawain sama om Rinto. Aku enggak tahu kenapa tiba-tiba saja kepingin ngedengerin lagu-lagunya om Rinto. Setelah ketemu CD-nya aku dengerin bolak-balik sampai aku hafal. Dan selama tiga minggu ini aku hanya mendengarkan lagu-lagunya om Rinto. Biasanya didengerin di mana aja, di rumah atau di mobil. Entah mengapa kok kayaknya pengen banget dengerin terus lagu-lagunya om Rinto," ungkapnya.


Diungkapkan pula oleh mantan kekasih Raffi Ahmad itu, dirinya pun masih mendengarkan lagu-lagu Rinto Harahap satu jam sebelum dirinya mengetahui kabar meninggalnya musisi pendiri grup band The Mercy's itu.


"Sampai satu jam sebelum aku denger kabar meninggalnya om Rinto, aku masih dengerin lagu-lagunya beliau. Makanya kaget banget saat mendengar kabar meninggalnya beliau. Mungkin ini firasat meninggalnya beliau yah," lanjutnya.


Yuni Shara sendiri menilai sosok Rinto Harahap sebagai sosok dan pribadi yang santun serta memiliki dedikasi tinggi bagi industri musik Tanah Air.


"Enggak pernah beda-bedain kita musisi senior atau musisi baru. Bagi beliau semua sama karena punya tujuan yang sama yakni memajukan industri musik Tanah Air, yang pasti dunia musik sangat kehilangan sosok beliau yang memiliki dedikasi yang tinggi terhadap perkembangan industri musik Tanah Air," ujarnya.


Penulis: Chairul Fikri/EPR


00.15 | 0 komentar | Read More
Techie Blogger