Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Tampilkan postingan dengan label Business. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Business. Tampilkan semua postingan

BI Yakin Nilai Tukar Rupiah Membaik

Written By bos blog on Rabu, 25 September 2013 | 00.01






JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah sudah menguat beberapa hari belakangan. Data per hari ini, nilai tukar berada di posisi Rp 9.929. Bank Indonesia (BI) yakin, rupiah terus akan menguat seiring dengan perbaikan ekonomi Amerika Serikat (AS).

"Meski ketidakpastian global masih tinggi, namun diperkirakan tekanan pada nilai tukar akan berkurang seiring dengan perbaikan ekonomi AS," jelas Direktur Departemen Komunikasi, Peter Jacobs, Jumat, (28/6/2013).

BI berharap, tingkat ekspor akan meningkat seiring perbaikan di negeri Paman Sam. Namun, untuk sementara ini, memang tekanan terhadap rupiah masih ada.

Oleh sebab itu, BI akan mementingkan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar, moneter, dan makro ekonomi nasional. Namun, BI tidak akan menetapkan angka nilai tukar rupiah untuk bertahan di level nominal tertentu.

BI pun akan mengorbankan cadangan devisa untuk menjaga posisi nilai tukar. Peter bilang, BI tak akan menetapkan angka psikologis cadangan devisa sebesar US$ 100 miliar. Namun ia mengaku tak tahu berapa posisi cadev akhir bulan ini. Pada Mei kemarin, cadev Indonesia sudah menurun ke posisi US$ 105,149 miliar dari sebelumnya US$ 107,269 miliar di bulan April.

Menurut BI, posisi cadev saat ini masih cukup untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. "Karena jauh di atas kebutuhan standar internasional," sebut Peter.

Kemudian, bank sentral ini melihat adanya total outflow yang terjadi sebagai uang panas. Ini pun menurutnya lazim, melihat situasi perekonomian yang tidak pasti. Peter menyatakan posisi outflow sekarang cenderung menurun dan membuat nilai tukar Rupiah relatif stabil.

Untuk itu, BI juga berusaha untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas di pasar. Terlebih, adanya peningkatan kebutuhan valas untuk pembayaran utang luar negeri dan repatriasi keuntungan korporasi. Peningkatan ini umum terjadi di periode akhir bulan dan akhir semester.(Annisa Aninditya Wibawa)




Editor : Bambang Priyo Jatmiko













00.01 | 0 komentar | Read More

BI Yakin Nilai Tukar Rupiah Membaik

Written By bos blog on Rabu, 18 September 2013 | 00.01






JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah sudah menguat beberapa hari belakangan. Data per hari ini, nilai tukar berada di posisi Rp 9.929. Bank Indonesia (BI) yakin, rupiah terus akan menguat seiring dengan perbaikan ekonomi Amerika Serikat (AS).

"Meski ketidakpastian global masih tinggi, namun diperkirakan tekanan pada nilai tukar akan berkurang seiring dengan perbaikan ekonomi AS," jelas Direktur Departemen Komunikasi, Peter Jacobs, Jumat, (28/6/2013).

BI berharap, tingkat ekspor akan meningkat seiring perbaikan di negeri Paman Sam. Namun, untuk sementara ini, memang tekanan terhadap rupiah masih ada.

Oleh sebab itu, BI akan mementingkan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar, moneter, dan makro ekonomi nasional. Namun, BI tidak akan menetapkan angka nilai tukar rupiah untuk bertahan di level nominal tertentu.

BI pun akan mengorbankan cadangan devisa untuk menjaga posisi nilai tukar. Peter bilang, BI tak akan menetapkan angka psikologis cadangan devisa sebesar US$ 100 miliar. Namun ia mengaku tak tahu berapa posisi cadev akhir bulan ini. Pada Mei kemarin, cadev Indonesia sudah menurun ke posisi US$ 105,149 miliar dari sebelumnya US$ 107,269 miliar di bulan April.

Menurut BI, posisi cadev saat ini masih cukup untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. "Karena jauh di atas kebutuhan standar internasional," sebut Peter.

Kemudian, bank sentral ini melihat adanya total outflow yang terjadi sebagai uang panas. Ini pun menurutnya lazim, melihat situasi perekonomian yang tidak pasti. Peter menyatakan posisi outflow sekarang cenderung menurun dan membuat nilai tukar Rupiah relatif stabil.

Untuk itu, BI juga berusaha untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas di pasar. Terlebih, adanya peningkatan kebutuhan valas untuk pembayaran utang luar negeri dan repatriasi keuntungan korporasi. Peningkatan ini umum terjadi di periode akhir bulan dan akhir semester.(Annisa Aninditya Wibawa)




Editor : Bambang Priyo Jatmiko













00.01 | 0 komentar | Read More

BI Yakin Nilai Tukar Rupiah Membaik

Written By bos blog on Rabu, 11 September 2013 | 00.01






JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah sudah menguat beberapa hari belakangan. Data per hari ini, nilai tukar berada di posisi Rp 9.929. Bank Indonesia (BI) yakin, rupiah terus akan menguat seiring dengan perbaikan ekonomi Amerika Serikat (AS).

"Meski ketidakpastian global masih tinggi, namun diperkirakan tekanan pada nilai tukar akan berkurang seiring dengan perbaikan ekonomi AS," jelas Direktur Departemen Komunikasi, Peter Jacobs, Jumat, (28/6/2013).

BI berharap, tingkat ekspor akan meningkat seiring perbaikan di negeri Paman Sam. Namun, untuk sementara ini, memang tekanan terhadap rupiah masih ada.

Oleh sebab itu, BI akan mementingkan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar, moneter, dan makro ekonomi nasional. Namun, BI tidak akan menetapkan angka nilai tukar rupiah untuk bertahan di level nominal tertentu.

BI pun akan mengorbankan cadangan devisa untuk menjaga posisi nilai tukar. Peter bilang, BI tak akan menetapkan angka psikologis cadangan devisa sebesar US$ 100 miliar. Namun ia mengaku tak tahu berapa posisi cadev akhir bulan ini. Pada Mei kemarin, cadev Indonesia sudah menurun ke posisi US$ 105,149 miliar dari sebelumnya US$ 107,269 miliar di bulan April.

Menurut BI, posisi cadev saat ini masih cukup untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. "Karena jauh di atas kebutuhan standar internasional," sebut Peter.

Kemudian, bank sentral ini melihat adanya total outflow yang terjadi sebagai uang panas. Ini pun menurutnya lazim, melihat situasi perekonomian yang tidak pasti. Peter menyatakan posisi outflow sekarang cenderung menurun dan membuat nilai tukar Rupiah relatif stabil.

Untuk itu, BI juga berusaha untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas di pasar. Terlebih, adanya peningkatan kebutuhan valas untuk pembayaran utang luar negeri dan repatriasi keuntungan korporasi. Peningkatan ini umum terjadi di periode akhir bulan dan akhir semester.(Annisa Aninditya Wibawa)




Editor : Bambang Priyo Jatmiko













00.01 | 0 komentar | Read More

BI Yakin Nilai Tukar Rupiah Membaik

Written By bos blog on Rabu, 28 Agustus 2013 | 00.00






JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah sudah menguat beberapa hari belakangan. Data per hari ini, nilai tukar berada di posisi Rp 9.929. Bank Indonesia (BI) yakin, rupiah terus akan menguat seiring dengan perbaikan ekonomi Amerika Serikat (AS).

"Meski ketidakpastian global masih tinggi, namun diperkirakan tekanan pada nilai tukar akan berkurang seiring dengan perbaikan ekonomi AS," jelas Direktur Departemen Komunikasi, Peter Jacobs, Jumat, (28/6/2013).

BI berharap, tingkat ekspor akan meningkat seiring perbaikan di negeri Paman Sam. Namun, untuk sementara ini, memang tekanan terhadap rupiah masih ada.

Oleh sebab itu, BI akan mementingkan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar, moneter, dan makro ekonomi nasional. Namun, BI tidak akan menetapkan angka nilai tukar rupiah untuk bertahan di level nominal tertentu.

BI pun akan mengorbankan cadangan devisa untuk menjaga posisi nilai tukar. Peter bilang, BI tak akan menetapkan angka psikologis cadangan devisa sebesar US$ 100 miliar. Namun ia mengaku tak tahu berapa posisi cadev akhir bulan ini. Pada Mei kemarin, cadev Indonesia sudah menurun ke posisi US$ 105,149 miliar dari sebelumnya US$ 107,269 miliar di bulan April.

Menurut BI, posisi cadev saat ini masih cukup untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. "Karena jauh di atas kebutuhan standar internasional," sebut Peter.

Kemudian, bank sentral ini melihat adanya total outflow yang terjadi sebagai uang panas. Ini pun menurutnya lazim, melihat situasi perekonomian yang tidak pasti. Peter menyatakan posisi outflow sekarang cenderung menurun dan membuat nilai tukar Rupiah relatif stabil.

Untuk itu, BI juga berusaha untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas di pasar. Terlebih, adanya peningkatan kebutuhan valas untuk pembayaran utang luar negeri dan repatriasi keuntungan korporasi. Peningkatan ini umum terjadi di periode akhir bulan dan akhir semester.(Annisa Aninditya Wibawa)




Editor : Bambang Priyo Jatmiko













00.00 | 0 komentar | Read More

BI Yakin Nilai Tukar Rupiah Membaik

Written By bos blog on Rabu, 21 Agustus 2013 | 00.00






JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah sudah menguat beberapa hari belakangan. Data per hari ini, nilai tukar berada di posisi Rp 9.929. Bank Indonesia (BI) yakin, rupiah terus akan menguat seiring dengan perbaikan ekonomi Amerika Serikat (AS).

"Meski ketidakpastian global masih tinggi, namun diperkirakan tekanan pada nilai tukar akan berkurang seiring dengan perbaikan ekonomi AS," jelas Direktur Departemen Komunikasi, Peter Jacobs, Jumat, (28/6/2013).

BI berharap, tingkat ekspor akan meningkat seiring perbaikan di negeri Paman Sam. Namun, untuk sementara ini, memang tekanan terhadap rupiah masih ada.

Oleh sebab itu, BI akan mementingkan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar, moneter, dan makro ekonomi nasional. Namun, BI tidak akan menetapkan angka nilai tukar rupiah untuk bertahan di level nominal tertentu.

BI pun akan mengorbankan cadangan devisa untuk menjaga posisi nilai tukar. Peter bilang, BI tak akan menetapkan angka psikologis cadangan devisa sebesar US$ 100 miliar. Namun ia mengaku tak tahu berapa posisi cadev akhir bulan ini. Pada Mei kemarin, cadev Indonesia sudah menurun ke posisi US$ 105,149 miliar dari sebelumnya US$ 107,269 miliar di bulan April.

Menurut BI, posisi cadev saat ini masih cukup untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. "Karena jauh di atas kebutuhan standar internasional," sebut Peter.

Kemudian, bank sentral ini melihat adanya total outflow yang terjadi sebagai uang panas. Ini pun menurutnya lazim, melihat situasi perekonomian yang tidak pasti. Peter menyatakan posisi outflow sekarang cenderung menurun dan membuat nilai tukar Rupiah relatif stabil.

Untuk itu, BI juga berusaha untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas di pasar. Terlebih, adanya peningkatan kebutuhan valas untuk pembayaran utang luar negeri dan repatriasi keuntungan korporasi. Peningkatan ini umum terjadi di periode akhir bulan dan akhir semester.(Annisa Aninditya Wibawa)




Editor : Bambang Priyo Jatmiko













00.00 | 0 komentar | Read More

BI Yakin Nilai Tukar Rupiah Membaik

Written By bos blog on Rabu, 07 Agustus 2013 | 00.00






JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah sudah menguat beberapa hari belakangan. Data per hari ini, nilai tukar berada di posisi Rp 9.929. Bank Indonesia (BI) yakin, rupiah terus akan menguat seiring dengan perbaikan ekonomi Amerika Serikat (AS).

"Meski ketidakpastian global masih tinggi, namun diperkirakan tekanan pada nilai tukar akan berkurang seiring dengan perbaikan ekonomi AS," jelas Direktur Departemen Komunikasi, Peter Jacobs, Jumat, (28/6/2013).

BI berharap, tingkat ekspor akan meningkat seiring perbaikan di negeri Paman Sam. Namun, untuk sementara ini, memang tekanan terhadap rupiah masih ada.

Oleh sebab itu, BI akan mementingkan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar, moneter, dan makro ekonomi nasional. Namun, BI tidak akan menetapkan angka nilai tukar rupiah untuk bertahan di level nominal tertentu.

BI pun akan mengorbankan cadangan devisa untuk menjaga posisi nilai tukar. Peter bilang, BI tak akan menetapkan angka psikologis cadangan devisa sebesar US$ 100 miliar. Namun ia mengaku tak tahu berapa posisi cadev akhir bulan ini. Pada Mei kemarin, cadev Indonesia sudah menurun ke posisi US$ 105,149 miliar dari sebelumnya US$ 107,269 miliar di bulan April.

Menurut BI, posisi cadev saat ini masih cukup untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. "Karena jauh di atas kebutuhan standar internasional," sebut Peter.

Kemudian, bank sentral ini melihat adanya total outflow yang terjadi sebagai uang panas. Ini pun menurutnya lazim, melihat situasi perekonomian yang tidak pasti. Peter menyatakan posisi outflow sekarang cenderung menurun dan membuat nilai tukar Rupiah relatif stabil.

Untuk itu, BI juga berusaha untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas di pasar. Terlebih, adanya peningkatan kebutuhan valas untuk pembayaran utang luar negeri dan repatriasi keuntungan korporasi. Peningkatan ini umum terjadi di periode akhir bulan dan akhir semester.(Annisa Aninditya Wibawa)




Editor : Bambang Priyo Jatmiko













00.00 | 0 komentar | Read More

Pasha Lega, Ibu Mertua Kecewa

Written By bos blog on Rabu, 31 Juli 2013 | 00.01


BOGOR, KOMPAS.com — Vokalis grup band Ungu, Sigit Purnomo alias Pasha, menyambut hangat upaya mediasi dengan Okky Agustina yang dilakukan oleh Ketua Majelis Hakim Wedhayati SH dalam persidangan di Pengadilan Negeri Bogor, Jawa Barat, Selasa (5/1/2010).


"Saya juga sebelumnya sudah meminta maaf sama Okky. Alhamdulillah, ternyata sekarang hakim sendiri yang memediasi," ujar Pasha saat ditemui seusai sidang.


Pasha pun mengaku sedikit lega. "Alhamdulillah sekarang sudah saling memaafkan masing-masing. Meski sidang belum tentu selesai," ujarnya.


Sementara itu, Sri Mulyanti, ibunda Okky, justru mengaku kecewa dengan mantan menantunya itu. "Sejak cerai, Pasha mana pernah minta maaf kepada Okky. Bahkan kemarin dia jemput anak-anak, dia cium tangan tapi tidak ada kata-kata meminta maaf kepada saya," imbuh Sri.


Menurut Sri, pelantun "Cinta Gila" itu termasuk pria yang alot untuk mengucapkan kata maaf. "Pasha itu orangnya susah minta maaf. Saya penginnya dia minta maaf dari hatinya sendiri enggak disuruh orang," tandas Sri.


Menurut Sri, pria yang diduga melakukan tindak kekerasan terhadap putrinya itu pernah meminta maaf ketika kepergok berselingkuh. "Dia pernah meminta maaf sama saya, sampai dia cium kaki saya karena dia ketahuan selingkuh dua kali. Pertama dengan pramugari dan yang kedua semuanya sudah tahu kan pas Okky cerai," tegasnya.


Meski begitu, Sri tetap tak menaruh dendam pada pria yang memberikannya tiga orang cucu. "Saya tidak dendam, saya hanya kasihan sama dia karena dia gengsinya tinggi," pungkas Sri. (C7-09)


00.01 | 0 komentar | Read More

Pasha Lega, Ibu Mertua Kecewa

Written By bos blog on Rabu, 24 Juli 2013 | 00.01


BOGOR, KOMPAS.com — Vokalis grup band Ungu, Sigit Purnomo alias Pasha, menyambut hangat upaya mediasi dengan Okky Agustina yang dilakukan oleh Ketua Majelis Hakim Wedhayati SH dalam persidangan di Pengadilan Negeri Bogor, Jawa Barat, Selasa (5/1/2010).


"Saya juga sebelumnya sudah meminta maaf sama Okky. Alhamdulillah, ternyata sekarang hakim sendiri yang memediasi," ujar Pasha saat ditemui seusai sidang.


Pasha pun mengaku sedikit lega. "Alhamdulillah sekarang sudah saling memaafkan masing-masing. Meski sidang belum tentu selesai," ujarnya.


Sementara itu, Sri Mulyanti, ibunda Okky, justru mengaku kecewa dengan mantan menantunya itu. "Sejak cerai, Pasha mana pernah minta maaf kepada Okky. Bahkan kemarin dia jemput anak-anak, dia cium tangan tapi tidak ada kata-kata meminta maaf kepada saya," imbuh Sri.


Menurut Sri, pelantun "Cinta Gila" itu termasuk pria yang alot untuk mengucapkan kata maaf. "Pasha itu orangnya susah minta maaf. Saya penginnya dia minta maaf dari hatinya sendiri enggak disuruh orang," tandas Sri.


Menurut Sri, pria yang diduga melakukan tindak kekerasan terhadap putrinya itu pernah meminta maaf ketika kepergok berselingkuh. "Dia pernah meminta maaf sama saya, sampai dia cium kaki saya karena dia ketahuan selingkuh dua kali. Pertama dengan pramugari dan yang kedua semuanya sudah tahu kan pas Okky cerai," tegasnya.


Meski begitu, Sri tetap tak menaruh dendam pada pria yang memberikannya tiga orang cucu. "Saya tidak dendam, saya hanya kasihan sama dia karena dia gengsinya tinggi," pungkas Sri. (C7-09)


00.01 | 0 komentar | Read More

Pasha Lega, Ibu Mertua Kecewa

Written By bos blog on Rabu, 03 Juli 2013 | 00.00


BOGOR, KOMPAS.com — Vokalis grup band Ungu, Sigit Purnomo alias Pasha, menyambut hangat upaya mediasi dengan Okky Agustina yang dilakukan oleh Ketua Majelis Hakim Wedhayati SH dalam persidangan di Pengadilan Negeri Bogor, Jawa Barat, Selasa (5/1/2010).


"Saya juga sebelumnya sudah meminta maaf sama Okky. Alhamdulillah, ternyata sekarang hakim sendiri yang memediasi," ujar Pasha saat ditemui seusai sidang.


Pasha pun mengaku sedikit lega. "Alhamdulillah sekarang sudah saling memaafkan masing-masing. Meski sidang belum tentu selesai," ujarnya.


Sementara itu, Sri Mulyanti, ibunda Okky, justru mengaku kecewa dengan mantan menantunya itu. "Sejak cerai, Pasha mana pernah minta maaf kepada Okky. Bahkan kemarin dia jemput anak-anak, dia cium tangan tapi tidak ada kata-kata meminta maaf kepada saya," imbuh Sri.


Menurut Sri, pelantun "Cinta Gila" itu termasuk pria yang alot untuk mengucapkan kata maaf. "Pasha itu orangnya susah minta maaf. Saya penginnya dia minta maaf dari hatinya sendiri enggak disuruh orang," tandas Sri.


Menurut Sri, pria yang diduga melakukan tindak kekerasan terhadap putrinya itu pernah meminta maaf ketika kepergok berselingkuh. "Dia pernah meminta maaf sama saya, sampai dia cium kaki saya karena dia ketahuan selingkuh dua kali. Pertama dengan pramugari dan yang kedua semuanya sudah tahu kan pas Okky cerai," tegasnya.


Meski begitu, Sri tetap tak menaruh dendam pada pria yang memberikannya tiga orang cucu. "Saya tidak dendam, saya hanya kasihan sama dia karena dia gengsinya tinggi," pungkas Sri. (C7-09)


00.00 | 0 komentar | Read More

Apindo: Sudah Saatnya Harga BBM Naik

Written By bos blog on Rabu, 19 Juni 2013 | 00.00





MAGELANG, KOMPAS.com — Di tengah maraknya aksi penolakan terhadap kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah daerah, para pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Magelang, justru menyambut baik kebijakan pemerintah itu.


Edi Sutrisno, Ketua Apindo Kota Magelang menilai, harga BBM memang sudah saatnya naik. Hal itu mengingat makin membengkaknya biaya subsidi BBM dan menipisnya cadangan minyak bumi.


"Secara umum para pengusaha setuju atas kenaikan harga itu. Akan tetapi, kami juga meminta Pemerintah agar ada langkah yang tepat pascakenaikan itu. Terutama untuk meredam terjadinya gejolak yang berlebihan akibat kenaikan itu," ujarnya Selasa (18/6/2013).


Dikatakan Edi, Pemerintah juga diharuskan terus memperbaiki infrastruktur di setiap daerah. Misalnya, akses jalan, jaringan listrik, dan dukungan terhadap peningkatan geliat industri. "Kalau infrastruktur masih jelek, biaya yang ditanggung masyarakat akan terus membesar," kata Edi yang juga anggota DPRD Kota Magelang.


Dengan tegas, Edi menyatakan, bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) sebagai kompensasi dikuranginya subsidi (BBM) harus tepat sasaran. "Sehingga tidak memunculkan masalah baru di kemudian hari seperti pengalaman sebelum-sebelumnya," imbuh Edi.


Menurut Edi, BLSM jadi salah satu pintu tindak kriminal. Namun, potensi tindakan tersebut harus bisa diantisipasi dengan sistem penyaluran yang baik dari hulu ke hilir. "Kami khawatir akan terjadi dampak sosial yang tidak kecil apabila penyaluran BLSM buruk," kata Edi.


Berbeda dengan Ketua Klaster Karya Bogata Kota Magelang Hasanuddin. Ia mengaku, kenaikan BBM justru semakin memberatkan para pengusaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kondisi ini diperparah dengan tarif tenaga listrik juga sudah lebih dulu naik.


"Saat tarif tenaga listrik naik, beban biaya kami makin besar. Lah, sekarang harga BBM dinaikkan, ya jelas akan bertambah berat," keluh Hasanudin.





Editor : Glori K. Wadrianto














00.00 | 0 komentar | Read More

BNI Targetkan Penyaluran KPR Rp 33 Triliun

Written By bos blog on Rabu, 08 Mei 2013 | 00.00





BNI Targetkan Penyaluran KPR Rp 33 Triliun





Selasa, 7 Mei 2013 | 21:56 WIB













www.shutterstock.com





TERKAIT:





JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) menargetkan Kredit Perumahan Rakyat (KPR) mampu bertumbuh sekitar 7%-8% net.


Direktur Ritel BNI Darmadi Sutanto mengatakan pasar properti masih sangat menjanjikan, sehingga perseroan berani memartok target KPR sebesar itu. "Tahun ini kita harus mampu meraih antara Rp 32 triliun - Rp 33 triliun," ujarnya Selasa, (7/5/2013).


Ia mengatakan saat ini banyak pembelian properti yang menggunakan cicilan tunai bertahap atau cash installment untuk tipe rumah menengah ke atas. Jadi, cicilan langsung diberikan oleh pengembang properti.


Meski begitu, ia mengaku tak mengkhawatirkan hal ini. Karena BNI juga menawarkan ke beberapa pengembang untuk mengambil alih cash installment tersebut. Namun diakuinya, ada juga pengembang yang tak mau bekerja sama. "Tapi pasar properti masih besar sekali. Kita telan secukupnya saja," sebut Darmadi.


Terlebih, dianggapnya bank hanya memberikan kredit kepada nasabah yang layak. Ia mengklaim bahwa KPR diberikan dengan cara yang sangat pruden. Sehingga, rasio kredit macet atau Non Performing Loan (NPL) tercatat masih dapat diatur di posisi 2,1 persen.


Saat ini, rata-rata akuisisi cicilan KPR BNI yakni Rp 340 juta. Bila dihitung dengan down payment (DP) 30 persen, ia mengatakan bahwa ini berarti rata-rata pembelian rumahnya yakni Rp 600 juta. ( Annisa Aninditya Wibawa/ Kontan)





Sumber :


KONTAN



Editor :


Bambang Priyo Jatmiko















00.00 | 0 komentar | Read More

Taufiq Kiemas: Kompensasi BLT Tak Fair

Written By bos blog on Rabu, 01 Mei 2013 | 00.00


JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Taufiq Kiemas mendukung rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Namun, Taufiq menolak jika pemerintah mengambil kebijakan pemberian uang tunai untuk rakyat miskin sebagai kompensasi jika harga BBM dinaikkan.


"Enggak perlu BLT (bantuan langsung tunai), enggak fair dong," kata Taufiq seusai menghadiri acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrembangnas) 2013 di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (30/4/2013).


Taufiq mengatakan, program BLT seperti yang dilakukan pada periode pertama pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono hanya akan menguntungkan partai politik pendukung pemerintahan pada Pemilu 2014. Padahal, ada tiga parpol yang tidak masuk dalam pemerintahan, termasuk PDI Perjuangan.


Taufiq mengatakan, seharusnya anggaran dari penghematan subsidi BBM dialihkan ke pembangunan infrastruktur, bukan dengan pemberian uang tunai. Ia menyebutkan, PDI Perjuangan pasti akan menolak ketika rencana pemberian BLT itu dibahas di DPR.


Terkait kenaikan harga BBM ini, kata Taufiq, PDI Perjuangan akan mendukung jika hal itu memang untuk kepentingan rakyat. Ia mengatakan, selama ini PDI-P menolak kenaikan harga BBM lantaran tidak ada penjelasan detail tentang penggunaan dana yang dihemat dari kebijakan tersebut.


"Kalau sekarang dengan ada penjelasan, menurut saya rasional. Tapi BLT enggak boleh," ujar suami Ketua Umum DPP PDI-P Megawati Soekarnoputri itu.


Sebelumnya, kepada para menteri, gubernur, dan bupati/wali kota yang hadir dalam Musrembangnas, Presiden menyebutkan bahwa kenaikan harga BBM harus segera dilakukan. Subsidi BBM akan membengkak jika harganya tidak dinaikkan. Jika harga keekonomian BBM sebesar Rp 10.000 per liter, diperkirakan subsidi BBM akan mencapai Rp 297,7 triliun pada tahun 2013. Padahal anggaran subsidi BBM ditetapkan sebesar Rp 193,8 triliun.


Selain itu, defisit anggaran diperkirakan membengkak mencapai Rp 353 ,6 triliun (3,83 persen dari Produk Domestik Bruto). Padahal, defisit anggaran yang ditetapkan dalam APBN 2013 sebesar Rp 153,3 triliun (1,65 persen dari PDB). Jika itu terjadi, kata Presiden, maka akan melanggar undang-undang dan mengganggu ketahanan ekonomi.


Jika kenaikan BBM dilaksanakan, pemerintah akan memberikan kompensasi bagi rakyat yang terkena imbas, salah satunya dengan memberikan bantuan uang tunai. Program seperti BLT nantinya diberi nama bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM).


Ada pula bantuan tunai lainnya, yakni beasiswa untuk rakyat miskin dengan uang tunai dan program keluarga harapan. Adapun kompensasi di luar uang, seperti beras miskin dan program kesetiakawanan sosial, diwujudkan dengan menggelar pasar murah.


Namun, semua rencana pemerintah itu bisa berjalan jika Dewan Perwakilan Rakyat setuju. Presiden berharap DPR sudah menyetujui rencana itu pada Mei 2013 dalam pembahasan Rancangan APBN Perubahan 2013 .












00.00 | 0 komentar | Read More

KOMPAS.com - Bisnis Keuangan

Written By bos blog on Rabu, 24 April 2013 | 00.00

KOMPAS.com - Bisnis KeuanganKOMPAS.comDahlan: Kerugian Pertamina Ditanggung PemerintahPertamina: Kuota BBM Jebol Bukan Karena Salah HitungJero Perkirakan Kuota BBM Jebol LagiPeringkat Bakrie Telecom DiturunkanIndosat Perkenalkan Kontrol Data RoamingGMF Diperbolehkan Merawat Pesawat AustraliaBNI Ekspansi ke MyanmarTurun 21 Poin, IHSG Jauhi 5.000BRI Ingin Mengakuisisi BukopinKemenhan Berupaya Wajar Tanpa PengecualianIni Tiga Kompensasi Kenaikan Harga BBMHatta: Kompensasi Kenaikan Harga BBM Jadi Satu PaketSoal Harga BBM Naik, Hatta: Tunggu SajaProduk Indonesia di European Seafood Exposition 2013Curiga Investasi Bodong Telepon Saja OJK


Notice: Undefined index: HTTP_USER_AGENT in /www/cyb2-wskcwp-02/public_html/kompascom2011/index.php on line 13
http://www.kompas.com/ News and Service Tue , 23 Apr 2013 23:20:07 +0000 id 2013 Kompas Cyber Media hourly 1 http://www.kompas.com http://www.kompas.com/data/images/logo_kompas_putih.gif 144 20 KOMPAS.com, Lebih Lengkap, Lebih Luas http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/21302478/Dahlan.Kerugian.Pertamina.Ditanggung.Pemerintah Tue , 23 Apr 2013 21:30:24 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/01/09/1123377-pri--keterangan-dahlan-iskan--t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan, nilai kerugian PT Pertamina akibat tidak jadi menaikkan harga elpiji 12 kg akan ditanggung pemerintah. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/21302478/Dahlan.Kerugian.Pertamina.Ditanggung.Pemerintah">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/21302478/Dahlan.Kerugian.Pertamina.Ditanggung.Pemerintah http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/20243357/Pertamina.Kuota.BBM.Jebol.Bukan.Karena.Salah.Hitung Tue , 23 Apr 2013 20:24:33 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/04/22/1351194-pri-kemungkinan-harga-bbm-subsidi-naik--t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Direktur Utama PT Pertamina Karen Agustiawan mengatakan, jebolnya konsumsi bahan bakar minyak tahun ini bukan karena Pertamina salah hitung. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/20243357/Pertamina.Kuota.BBM.Jebol.Bukan.Karena.Salah.Hitung">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/20243357/Pertamina.Kuota.BBM.Jebol.Bukan.Karena.Salah.Hitung http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/1958204/Jero.Perkirakan.Kuota.BBM.Jebol.Lagi Tue , 23 Apr 2013 19:58:20 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/04/17/1155336-kum-menteri-energi-dan-sumber-daya-mineral-jero-wacik-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Menteri ESDM Jero Wacik memprediksi kuota BBM bersubsidi akan melonjak dari 46 juta kilo liter menjadi 48,5 juta kilo liter. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/1958204/Jero.Perkirakan.Kuota.BBM.Jebol.Lagi">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/1958204/Jero.Perkirakan.Kuota.BBM.Jebol.Lagi http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/19322888/Peringkat.Bakrie.Telecom.Diturunkan Tue , 23 Apr 2013 19:32:28 UTC+0700Lembaga pemeringkat Fitch Ratings telah menurunkan peringkat Bakrie Telecom dari CCC menjadi CC. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/19322888/Peringkat.Bakrie.Telecom.Diturunkan">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/19322888/Peringkat.Bakrie.Telecom.Diturunkan http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/18434322/Indosat.Perkenalkan.Kontrol.Data.Roaming.. Tue , 23 Apr 2013 18:43:43 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/12/17/1454003t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Indosat menghadirkan Layanan BlackBerry dan Internetan Sepuasnya, serta fitur Roaming Data Control . <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/18434322/Indosat.Perkenalkan.Kontrol.Data.Roaming..">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/18434322/Indosat.Perkenalkan.Kontrol.Data.Roaming.. http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/18144753/GMF.Diperbolehkan.Merawat.Pesawat.Australia.. Tue , 23 Apr 2013 18:14:47 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/02/16/1747268t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Civil Aviation Safety Authority CASA menyetujui PT GMF AeroAsia menjadi Approved Maintenance Organization AMO. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/18144753/GMF.Diperbolehkan.Merawat.Pesawat.Australia..">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/18144753/GMF.Diperbolehkan.Merawat.Pesawat.Australia.. http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/17282432/BNI.Ekspansi.ke.Myanmar Tue , 23 Apr 2013 17:28:24 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/01/30/1359405-redenominasi-rupiah-t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">PT Bank Negara Indonesia Tbk BBNI melakukan ekspansi bisnis ke Myanmar. Langkah tersebut seiring dengan visi Bank BNI menjadi bank internasional <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/17282432/BNI.Ekspansi.ke.Myanmar">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/17282432/BNI.Ekspansi.ke.Myanmar http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/16563229/Turun.21.Poin..IHSG.Jauhi.5.000 Tue , 23 Apr 2013 16:56:32 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/04/18/1357478-pri--ihsg-cetak-rekor-tertinggi--t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Indeks Harga Saham Gabungan IHSG pada perdagangan hari ini, Selasa 23/4/2013 ditutup melemah 21,59 poin 0,4 persen ke 4.975,33. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/16563229/Turun.21.Poin..IHSG.Jauhi.5.000">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/16563229/Turun.21.Poin..IHSG.Jauhi.5.000 http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/16134767/BRI.Ingin.Mengakuisisi.Bukopin Tue , 23 Apr 2013 16:13:47 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2010/01/21/1451157t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Setelah memiliki PT BRI Agro Tbk AGRO, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk BBRI ternyata berniat mengakuisisi satu bank lagi. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/16134767/BRI.Ingin.Mengakuisisi.Bukopin">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/16134767/BRI.Ingin.Mengakuisisi.Bukopin http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/15091575/Kemenhan.Berupaya.Wajar.Tanpa.Pengecualian. Tue , 23 Apr 2013 15:09:15 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2011/10/07/1719409t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Kemenhan tengah mempersiapkan sistem laporan keuangan agar bisa memperoleh opini wajar tanpa pengecualian dari BPK. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/15091575/Kemenhan.Berupaya.Wajar.Tanpa.Pengecualian.">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/15091575/Kemenhan.Berupaya.Wajar.Tanpa.Pengecualian. http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/15082475/Ini.Tiga.Kompensasi.Kenaikan.Harga.BBM Tue , 23 Apr 2013 15:08:24 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/12/22/0056484-agung-laksono-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Menkokesra Agung Laksono mengatakan ada tiga jenis kompensasi yang akan diberikan pemerintah. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/15082475/Ini.Tiga.Kompensasi.Kenaikan.Harga.BBM">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/15082475/Ini.Tiga.Kompensasi.Kenaikan.Harga.BBM http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/14510645/Hatta.Kompensasi.Kenaikan.Harga.BBM.Jadi.Satu.Paket Tue , 23 Apr 2013 14:51:06 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/01/18/1043538-antisipasi-kuota-bbm-bersubsidi-jebol-t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Menteri Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan kompensasi kenaikan harga bahan bakar BBM bersubsidi diusulkan menjadi satu paket. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/14510645/Hatta.Kompensasi.Kenaikan.Harga.BBM.Jadi.Satu.Paket">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/14510645/Hatta.Kompensasi.Kenaikan.Harga.BBM.Jadi.Satu.Paket http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/14245331/Soal.Harga.BBM.Naik..Hatta.Tunggu.Saja Tue , 23 Apr 2013 14:24:53 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/02/14/1850446-hatta-ibas-1-t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Menteri Perekonomian Hatta Rajasa meminta masyarakat untuk sabar terkait rencana pemerintah untuk menaikkan harga bahan bakar minyak BBM. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/14245331/Soal.Harga.BBM.Naik..Hatta.Tunggu.Saja">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/14245331/Soal.Harga.BBM.Naik..Hatta.Tunggu.Saja http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/13302676/Produk.Indonesia.di.European.Seafood.Exposition.2013 Tue , 23 Apr 2013 13:30:26 UTC+0700Beragam produk seafood Indonesia ditampilkan dalam European Seafood Exposition ESE 2013 di Brussels, Belgia. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/13302676/Produk.Indonesia.di.European.Seafood.Exposition.2013">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/13302676/Produk.Indonesia.di.European.Seafood.Exposition.2013 http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/13153915/Curiga.Investasi.Bodong.Telepon.Saja.OJK Tue , 23 Apr 2013 13:15:39 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/09/19/1219387t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Dengan makin maraknya investasi bodong, Otoritas Jasa Keuangan OJK mulai bergerak. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/13153915/Curiga.Investasi.Bodong.Telepon.Saja.OJK">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/13153915/Curiga.Investasi.Bodong.Telepon.Saja.OJK


KOMPAS.com - Bisnis KeuanganKOMPAS.comDahlan: Kerugian Pertamina Ditanggung PemerintahPertamina: Kuota BBM Jebol Bukan Karena Salah HitungJero Perkirakan Kuota BBM Jebol LagiPeringkat Bakrie Telecom DiturunkanIndosat Perkenalkan Kontrol Data RoamingGMF Diperbolehkan Merawat Pesawat AustraliaBNI Ekspansi ke MyanmarTurun 21 Poin, IHSG Jauhi 5.000BRI Ingin Mengakuisisi BukopinKemenhan Berupaya Wajar Tanpa PengecualianIni Tiga Kompensasi Kenaikan Harga BBMHatta: Kompensasi Kenaikan Harga BBM Jadi Satu PaketSoal Harga BBM Naik, Hatta: Tunggu SajaProduk Indonesia di European Seafood Exposition 2013Curiga Investasi Bodong Telepon Saja OJK


Notice: Undefined index: HTTP_USER_AGENT in /www/cyb2-wskcwp-02/public_html/kompascom2011/index.php on line 13
http://www.kompas.com/ News and Service Tue , 23 Apr 2013 23:20:07 +0000 id 2013 Kompas Cyber Media hourly 1 http://www.kompas.com http://www.kompas.com/data/images/logo_kompas_putih.gif 144 20 KOMPAS.com, Lebih Lengkap, Lebih Luas http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/21302478/Dahlan.Kerugian.Pertamina.Ditanggung.Pemerintah Tue , 23 Apr 2013 21:30:24 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/01/09/1123377-pri--keterangan-dahlan-iskan--t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan, nilai kerugian PT Pertamina akibat tidak jadi menaikkan harga elpiji 12 kg akan ditanggung pemerintah. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/21302478/Dahlan.Kerugian.Pertamina.Ditanggung.Pemerintah">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/21302478/Dahlan.Kerugian.Pertamina.Ditanggung.Pemerintah http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/20243357/Pertamina.Kuota.BBM.Jebol.Bukan.Karena.Salah.Hitung Tue , 23 Apr 2013 20:24:33 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/04/22/1351194-pri-kemungkinan-harga-bbm-subsidi-naik--t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Direktur Utama PT Pertamina Karen Agustiawan mengatakan, jebolnya konsumsi bahan bakar minyak tahun ini bukan karena Pertamina salah hitung. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/20243357/Pertamina.Kuota.BBM.Jebol.Bukan.Karena.Salah.Hitung">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/20243357/Pertamina.Kuota.BBM.Jebol.Bukan.Karena.Salah.Hitung http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/1958204/Jero.Perkirakan.Kuota.BBM.Jebol.Lagi Tue , 23 Apr 2013 19:58:20 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/04/17/1155336-kum-menteri-energi-dan-sumber-daya-mineral-jero-wacik-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Menteri ESDM Jero Wacik memprediksi kuota BBM bersubsidi akan melonjak dari 46 juta kilo liter menjadi 48,5 juta kilo liter. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/1958204/Jero.Perkirakan.Kuota.BBM.Jebol.Lagi">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/1958204/Jero.Perkirakan.Kuota.BBM.Jebol.Lagi http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/19322888/Peringkat.Bakrie.Telecom.Diturunkan Tue , 23 Apr 2013 19:32:28 UTC+0700Lembaga pemeringkat Fitch Ratings telah menurunkan peringkat Bakrie Telecom dari CCC menjadi CC. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/19322888/Peringkat.Bakrie.Telecom.Diturunkan">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/19322888/Peringkat.Bakrie.Telecom.Diturunkan http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/18434322/Indosat.Perkenalkan.Kontrol.Data.Roaming.. Tue , 23 Apr 2013 18:43:43 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/12/17/1454003t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Indosat menghadirkan Layanan BlackBerry dan Internetan Sepuasnya, serta fitur Roaming Data Control . <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/18434322/Indosat.Perkenalkan.Kontrol.Data.Roaming..">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/18434322/Indosat.Perkenalkan.Kontrol.Data.Roaming.. http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/18144753/GMF.Diperbolehkan.Merawat.Pesawat.Australia.. Tue , 23 Apr 2013 18:14:47 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/02/16/1747268t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Civil Aviation Safety Authority CASA menyetujui PT GMF AeroAsia menjadi Approved Maintenance Organization AMO. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/18144753/GMF.Diperbolehkan.Merawat.Pesawat.Australia..">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/18144753/GMF.Diperbolehkan.Merawat.Pesawat.Australia.. http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/17282432/BNI.Ekspansi.ke.Myanmar Tue , 23 Apr 2013 17:28:24 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/01/30/1359405-redenominasi-rupiah-t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">PT Bank Negara Indonesia Tbk BBNI melakukan ekspansi bisnis ke Myanmar. Langkah tersebut seiring dengan visi Bank BNI menjadi bank internasional <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/17282432/BNI.Ekspansi.ke.Myanmar">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/17282432/BNI.Ekspansi.ke.Myanmar http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/16563229/Turun.21.Poin..IHSG.Jauhi.5.000 Tue , 23 Apr 2013 16:56:32 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/04/18/1357478-pri--ihsg-cetak-rekor-tertinggi--t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Indeks Harga Saham Gabungan IHSG pada perdagangan hari ini, Selasa 23/4/2013 ditutup melemah 21,59 poin 0,4 persen ke 4.975,33. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/16563229/Turun.21.Poin..IHSG.Jauhi.5.000">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/16563229/Turun.21.Poin..IHSG.Jauhi.5.000 http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/16134767/BRI.Ingin.Mengakuisisi.Bukopin Tue , 23 Apr 2013 16:13:47 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2010/01/21/1451157t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Setelah memiliki PT BRI Agro Tbk AGRO, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk BBRI ternyata berniat mengakuisisi satu bank lagi. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/16134767/BRI.Ingin.Mengakuisisi.Bukopin">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/16134767/BRI.Ingin.Mengakuisisi.Bukopin http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/15091575/Kemenhan.Berupaya.Wajar.Tanpa.Pengecualian. Tue , 23 Apr 2013 15:09:15 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2011/10/07/1719409t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Kemenhan tengah mempersiapkan sistem laporan keuangan agar bisa memperoleh opini wajar tanpa pengecualian dari BPK. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/15091575/Kemenhan.Berupaya.Wajar.Tanpa.Pengecualian.">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/15091575/Kemenhan.Berupaya.Wajar.Tanpa.Pengecualian. http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/15082475/Ini.Tiga.Kompensasi.Kenaikan.Harga.BBM Tue , 23 Apr 2013 15:08:24 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/12/22/0056484-agung-laksono-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Menkokesra Agung Laksono mengatakan ada tiga jenis kompensasi yang akan diberikan pemerintah. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/15082475/Ini.Tiga.Kompensasi.Kenaikan.Harga.BBM">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/15082475/Ini.Tiga.Kompensasi.Kenaikan.Harga.BBM http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/14510645/Hatta.Kompensasi.Kenaikan.Harga.BBM.Jadi.Satu.Paket Tue , 23 Apr 2013 14:51:06 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/01/18/1043538-antisipasi-kuota-bbm-bersubsidi-jebol-t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Menteri Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan kompensasi kenaikan harga bahan bakar BBM bersubsidi diusulkan menjadi satu paket. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/14510645/Hatta.Kompensasi.Kenaikan.Harga.BBM.Jadi.Satu.Paket">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/14510645/Hatta.Kompensasi.Kenaikan.Harga.BBM.Jadi.Satu.Paket http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/14245331/Soal.Harga.BBM.Naik..Hatta.Tunggu.Saja Tue , 23 Apr 2013 14:24:53 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/02/14/1850446-hatta-ibas-1-t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Menteri Perekonomian Hatta Rajasa meminta masyarakat untuk sabar terkait rencana pemerintah untuk menaikkan harga bahan bakar minyak BBM. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/14245331/Soal.Harga.BBM.Naik..Hatta.Tunggu.Saja">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/14245331/Soal.Harga.BBM.Naik..Hatta.Tunggu.Saja http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/13302676/Produk.Indonesia.di.European.Seafood.Exposition.2013 Tue , 23 Apr 2013 13:30:26 UTC+0700Beragam produk seafood Indonesia ditampilkan dalam European Seafood Exposition ESE 2013 di Brussels, Belgia. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/13302676/Produk.Indonesia.di.European.Seafood.Exposition.2013">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/13302676/Produk.Indonesia.di.European.Seafood.Exposition.2013 http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/13153915/Curiga.Investasi.Bodong.Telepon.Saja.OJK Tue , 23 Apr 2013 13:15:39 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/09/19/1219387t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Dengan makin maraknya investasi bodong, Otoritas Jasa Keuangan OJK mulai bergerak. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/13153915/Curiga.Investasi.Bodong.Telepon.Saja.OJK">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/23/13153915/Curiga.Investasi.Bodong.Telepon.Saja.OJK


00.00 | 0 komentar | Read More

PTPN X Terbitkan Obligasi Rp 700 Miliar

Written By bos blog on Rabu, 10 April 2013 | 00.00


SURABAYA, KOMPAS.com  - PT Perkebunan Nusantara X (Persero) akan menerbitkan obligasi senilai Rp 700 miliar. Perolehan dana dari penerbitan obligasi tersebut akan digunakan untuk menopang ekspansi usaha BUMN ini.


Direktur Keuangan PTPN X, Dolly P. Pulungan di Surabaya, Selasa (9/4/2013) mengatakan, pihaknya kini tengah mengebut persiapan penerbitan obligasi tersebut. Berdasarkan laporan keuangan tahun buku 2012, penerbitan obligasi diharapkan bisa direalisasikan pada semester pertama tahun 2013 ini. Apalagi PTPN X sudah mendapat restu dari Kementerian BUMN untuk melaksanakan aksi korporasi tersebut. PT Bahana Sekuritas dan PT AAA Sekuritas menjadi pelaksana penjamin emisi dalam penerbitan obligasi ini.


"Kami mendapatkan ratingA+ dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), menggambarkan prospek yang stabil dan kinerja perseroan yang terus meningkat, sehingga kupon obligasi akan menarik bagi investor," ujarnya.


Pulungan menambahkan, dana perolehan obligasi itu akan digunakan untuk refinancing penggantian modal kerja dari perbankan dengan suku bunga yang cukup tinggi untuk menopang bisnis tiga pabrik gula (PG) yang ada di Sulawesi Selatan, yaitu PG Takalar, PG Bone, dan PG Caming.


Tiga pabrik gula tersebut kini dikelola oleh PTPN X sesuai tugas dari Kementerian BUMN. Maka dengan perolehan dana dari obligasi tersebut, PTPN X bisa mendapatkan biaya pendanaan yang lebih murah ketimbang kredit perbankan yang selama ini digunakan oleh tiga PG tersebut.


"Sudah tiga tahun terakhir PTPN X diberi tugas dan kepercayaan Kementerian BUMN untuk mengelola tiga pabrik gula di Sulsel. Dari sebelumnya merugi, tahun 2012 sudah mulai untung. Ke depan akan kami pacu kinerjanya dengan memperbaiki sektor budidaya (on-farm) dan pengolahan (off-farm), terutama dengan pendekatan mekanisasi agar hasilnya optimal," katanya.


Tiga pabrik gula di Sulawesi Selatan itu, sambung Pulungan, telah menggarap lahan seluas 11.000 hektar. Ke depan, akan dikembangkan menjadi 15.000 hektar seiring ekspansi yang dilakukan. "Kami akan menerapkan best agricultural practices dengan penyediaan varietas yang unggul, metode budidaya yang efektif, dan sistem pengolahan pabrik yang bermutu dengan mengoptimalkan kinerja mesin," paparnya. Selain untuk tiga PG di Sulawesi Selatan tersebut, dana penerbitan obligasi juga akan dicurahkan untuk menggenjot kinerja sebelas pabrik gula milik perseroan yang ada di Jawa Timur. "Kami menargetkan produksi gula 538.000 ton tahun 2013, naik dari realisasi tahun 2012 sebesar 494.000 ton. Kami adalah market leader industri pergulaan nasional sejak 2006 dan hingga kini belum tergoyahkan," ujarnya. Selain dari dana hasil penerbitan obligasi, pihaknya juga menyiapkan kas internal untuk menopang peningkatan kinerja. Kualitas gula ditingkatkan dengan pembelian lima alat juice smoothing senilai Rp 25 miliar yang digunakan untuk memuluskan nira dengan tujuan akhir meningkatkan efisiensi pemurnian. Jika kualitas gula meningkat, otomatis harga jual dari lelang n meningkat dan konsekuensi nya pada kenaikan pendapatan. Selain itu, perseroan juga akan meningkatkan tata kelola pemeliharaan pabrik (in-house keeping) untuk meningkatkan efisiensi agar tak banyak bagian dari tebu yang terbuang dalam proses produksi. Dana yang disiapkan untuk program in-house keeping mencapai Rp 40,8 miliar. Pada tahun 2012, PTPN X membukukan laba sebelum pajak Rp 506 miliar, meningkat 140 persen dibanding capaian 2011 sebesar Rp 210 miliar. Saat ini, PTPN X mempunyai 11 pabrik gula di berbagai kota di Jawa Timur, tiga kebun tembakau di Jember (Jatim) dan Klaten (Jateng), satu anak usaha bidang produksi plastik, satu anak usaha bidang jasa layanan kesehatan, dan penyertaan saham di produsen edamame berorientasi ekspor. Selain itu, perseroan juga diberi tugas oleh Kementerian BUMN untuk mengelola tiga PG di Sulawesi Selatan yang sebelumnya dikelola BUMN lain.(ETA)












00.00 | 0 komentar | Read More

Penggarapan Pasar Global Busana Muslim Masih Minim

Written By bos blog on Rabu, 03 April 2013 | 00.00




Perdagangan


Penggarapan Pasar Global Busana Muslim Masih Minim





Penulis : Cyprianus Anto Saptowalyono | Selasa, 2 April 2013 | 19:53 WIB













JAKARTA, KOMPAS.com -- Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah Kementerian Perindustrian Euis Saedah mengemukakan, pangsa pasar busana muslim secara global sekitar 96 miliar dollar AS. Meski demikian, Indonesia baru mengisi kurang dari satu persen dari pangsa pasar tersebut.


Penyebabnya antara lain kurang promosi dan kurangnya kesiapan di tingkat industri. "Kita belum punya pabrik tekstil yang mendukung. Kita akan mencari mitra di Majalaya sehingga mereka dapat terus menyuplai untuk membikin dengan partai besar," kata Euis, Selasa (2/4/2013) di Jakarta.


Menurut Euis, penggarapan pasar busana muslim secara global selama ini didominasi negara seperti Turki dan negeri-negeri di Timur Tengah. Sementara itu dari sisi desain kualitas produk dari Indonesia tidak kalah bersaing.


"Indonasia sangat potensial, setiap kali muncul produk langsung habis, pesanan banyak. Namun sayang belum semuanya tercatat di ekspor karena dikirimnya masih lewat paket-paket," kata Euis.




















00.00 | 0 komentar | Read More

Infrastruktur Indonesia Peringkat 78

Written By bos blog on Rabu, 27 Maret 2013 | 00.00


JAKARTA, KOMPAS.com - Peringkat infrastruktur Indonesia masih rendah dibandingkan dengan negara lain. Dari 100 negara yang disurvei World Economic Forum, Indonesia berada pada peringkat 78. Keadaan itu melemahkan daya saing untuk menarik investasi, dan infrastruktur yang buruk juga menyebabkan ekonomi biaya tinggi.


Demikian disampaikan Ketua DPD RI, Irman Gusman, dalam Rapat Kerja Nasional Bidang Infrastruktur Kamar Dagang dan Industri Nasional dengan tema "Revitalisasi Infrastruktur Nasional" Selasa (26/3/2013) di Jakarta.


Selama ini yang terjadi adalah kurang adanya koordinasi. Masing-masing bekerja secara sektoral. "Jangan sampai ekonomi kita seperti yang dikatakan Bung Karno pada 1930 yaitu ekonomi negara terjajah. Kadin harus memimpin perubahan," kata Irman, dalam sambutannya.


Irman menambahkan, kondisi infrastruktur di Indonesia masih buruk dan tertinggal dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya. "Total ruas jalan tol Indonesia baru ada sepanjang 750 kilometer sejak 1978. Itu sangat kalah dibandingkan dengan Malaysia yang telah memiliki 3.500 kilometer," ujar Irman.


Kondisi pelabuhan di negara kepulauan dan maritim ini pun buruk. "Kita baru memiliki 18 pelabuhan samudera, sedangkan di Thailand sudah ada satu pelabuhan besar pada setiap 50 kilometer panjang pantainya," kata Ketua DPD.


Padahal, lanjut Irman, infrastruktur menjadi prasyarat bagi pertumbuhan ekonomi dan sosial. Peningkatan stok infrastruktur sebesar satu persen mampu mendorong peningkatan PDB sebesar 1 persen. "Menteri PU pernah mengungkapkan, anggaran pembangunan infrastruktur hanya mencapai 5 persen dari PDB. Jauh lebih kecil dibandingkan dengan India yang mencapai 7 persen PDB dan Cina hampir 10 persen dari PDB," kata Irman.


Irman melanjutkan, menurut Global Competitiveness Index yang dikeluarkan World Economic Forum 2012-2013, ranking daya saing Indonesia berada pada posisi 50 dari 144 negara. Peringkat itu melemah dari posisi 46 pada 2011.


Sementara itu, menurut Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Infrastruktur, Rachmat Gobel, masih ada banyak masalah infrastruktur di seluruh Indonesia. "Masalah infrastruktur misalnya adalah masalah sektor yang menghubungkan sentra industri ke pelabuhan, masalah listrik yang belum sampai ke daerah-daerah, juga masalah air. Jadi ini semua yang menjadi perhatian kadin," kata Rachmat Gobel.


Berkaitan dengan rapat nasional itu, Rachmat mengungkapkan pertemuan ini menjadi sangat mendesak, karena tahun depan pemilu. "Kalau pengusaha dan petani tidak segera didorong dan harus menunggu dua tahun lagi, daya saing kita makin hilang dan impor kita makin tinggi. Jika demikian, maka tidak akan ada lagi orang bertani. Kita harus menjaga semangat para petani. Bila hasil mereka bisa disalurkan dan kesejahteraan mereka meningkat," ujar Rachmat.


Menurut Rachmat, pengusaha daerah tidak dilibatkan secara langsung dalam proyek MP3EI. "Mereka hanya menjadi penonton. Semua dari pusat yang masuk, hanya sedikit yang dilibatkan. Sebetulnya, harapan para pengusaha di daerah ini adalah proyek itu adalah bagian dari pembinaan pengusaha lokal. Ini proyek pemerintah untuk membina membangun pengusaha lokal untuk menjadi pengusaha nasional yang akhirnya global," kata Rachmat.


"Semua kunci ada di infrastruktur. Kalau infrastruktur, tidak dijalankan dan tidak ada terobosan maka daya saing kita akan lemah," ucap Rachmat Gobel.












00.00 | 0 komentar | Read More

Beban Tinggi, Laba Indofood Merosot Tipis

Written By bos blog on Rabu, 20 Maret 2013 | 00.00





Beban Tinggi, Laba Indofood Merosot Tipis





Penulis : Didik Purwanto | Selasa, 19 Maret 2013 | 20:54 WIB












JAKARTA, KOMPAS.com — PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) mencatatkan laba bersih sepanjang tahun 2012 mengalami penurunan tipis 2,8 persen (yoy) dari Rp 5,01 triliun di tahun sebelumnya menjadi Rp 4,87 triliun.


Penurunan laba tersebut karena beban penjualan yang melonjak. Berdasarkan keterbukaan di Bursa Efek Indonesia (BEI), beban pokok penjualan perseroan mengalami kenaikan dari Rp 32,74 triliun menjadi Rp 36,49 triliun. Padahal penjualan bersihnya masih meningkat dari Rp 45,3 triliun menjadi Rp 50,05 triliun.


Beban penjualan tersebut dikontribusikan dari beban penjualan dan distribusi yang naik dari Rp 3,5 triliun menjadi Rp 4,05 triliun. Sementara itu, beban umum dan administrasi juga melonjak dari Rp 2,3 triliun menjadi Rp 2,7 triliun. Adapun beban operasi lain juga naik dari Rp 345,9 miliar menjadi Rp 446,1 miliar.


Beruntung hal ini masih bisa mengerek laba kotor perseroan dari Rp 12,5 triliun menjadi Rp 13,5 triliun. Namun, laba usaha perseroan hanya terkerek tipis dari Rp 6,65 triliun menjadi Rp 6,87 triliun sehingga laba per saham perseroan juga masih naik dari Rp 350 menjadi Rp 371 per lembar saham.


Atas kejadian tersebut, saham INDF hari ini anjlok 100 poin (1,33 persen) ke level Rp 7.400 per lembar saham.



















00.00 | 0 komentar | Read More

Bea Keluar Kakao bulan Februari Tetap 5 Persen

Written By bos blog on Rabu, 30 Januari 2013 | 00.00




Komoditas


Bea Keluar Kakao bulan Februari Tetap 5 Persen





Penulis : Eny Prihtiyani | Selasa, 29 Januari 2013 | 23:07 WIB













KOMPAS/RUNIK SRI ASTUTI


Ilustrasi: Buah kakao.





JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah mengumumkan bea keluar biji kakao untuk bulan Februari sebesar 5 persen, Selasa (29/1/2013). Angka itu tidak berubah dibandingkan dengan bea keluar bulan Januari, yang juga dipatok 5 persen.


Menurut Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Bahrul Chairi, di Jakarta, Selasa (29/1/2013), harga referensi biji kakao untuk penetapan harga patokan ekspor (HPE)  biji kakao mengalami penurunan sebesar 7,4 persen yaitu dari 2.442,33 dollar per metric ton menjadi 2.262,71 dollar per metric ton.


Hal itu berdampak pada penetapan HPE biji kakao, yang juga menurun sebesar 8,1 persen dari 2.156 dollar per metric ton pada periode bulan sebelumnya, menjadi 1.981 dollar AS per metric ton.


"Namun bea keluar biji kakao tidak berubah dibandingkan periode bulan sebelumnya yaitu sebesar 5 persen," katanya.


Pemerintah mengklaim, penerapan bea keluar kakao telah berdampak pada kesuksesan hilirisasi kakao.




















00.00 | 0 komentar | Read More

Pengangguran di Italia Masih Tetap Tinggi

Written By bos blog on Rabu, 09 Januari 2013 | 00.00





Pengangguran di Italia Masih Tetap Tinggi





Penulis : Eny Prihtiyani | Selasa, 8 Januari 2013 | 22:18 WIB













MILAN, KOMPAS.com - Tingkat pengangguran di Italia pada bulan November 2012 tercatat 11,1 persen. Angka tersebut sama dengan bulan Oktober 2012. Artinya tidak banyak perubahan yang terjadi pada ekonomi di Italia.

Demikian rilis kantor statistik Italia, sebagaimana dilansir AFP, Selasa (8/1/2013). Dibandingkan bulan November 2011, tingkat pengangguran di bulan November 2012 1,8 persen lebih tinggi. Tingkat pengangguran tersebut adalah tertinggi sejak tahun 2004.

"Siklus tersebut akan terus berdampak pada prospek lapangan kerja pada 2013 . Tingkat pengangguran akan mencapai puncaknya di level 11,6 persen selama musim panas," kata analis dari Intesa Sanpaolo Bank .

Italia  mengalami resesi keempat kalinya sejak 2001. Merosotnya perekonomian Italia diperparah oleh kenaikan pajak dan pemangkasan anggaran belanja publik, yang disahkan oleh pemerintahan Perdana Menteri Mario Monti, dengan tujuan agar krisis utang kawasan Eropa tidak meluas. 




Siklus tersebut akan terus berdampak pada prospek lapangan kerja pada 2013 . Tingkat pengangguran akan mencapai puncaknya di level 11,6 persen selama musim panas





















00.00 | 0 komentar | Read More

Izin Maskapai Kingfisher Airlines Dicabut

Written By bos blog on Rabu, 02 Januari 2013 | 00.00




Bisnis Penerbangan


Izin Maskapai Kingfisher Airlines Dicabut





Penulis : Haryo Damardono | Selasa, 1 Januari 2013 | 16:16 WIB












MUMBAI, KOMPAS.com - Maskapai India, Kingfisher Airlines telah kehilangan izin terbang, setelah gagal memenuhi sejumlah persyaratan sebuat maskapai di India. Maskapai ini tidak beroperasi sejak bulan Oktob er 2012 sejak aksi mogok karyawan yang gajinya tidak lagi dibayarkan perusahaan.

"Izin terbang Kingfisher, tidak lagi berlaku," kata Direktur Jenderal Penerbangan Sipil India Arun Mishra, dikutip dari kantor berita AFP, Selasa (1/1/2013).

Meski demikian juru bicara Kingfisher Airlines Prakash Mirpuri tetap menyatakan kepercayaan diri maskapai itu untuk mendapat persetujuan dari otoritas dalam rencana baru mereka. Kingfisher kini berutang jutaan dollar Amerika ke bank, bandara, penyuplai avtur, dan staf merekanamun terus berupaya mencari suntikan dana segar dari investor luar negeri.

Kisah Kingfisher merupakan kisah terburuk dari sebuah maskapai di India. Industri penerbangan di India, pada tahun lalu memang diwarnai oleh tingginya harga avtur, perang tarif, dan minimnya dukungan infrastruktur bandara.

Bila awalnya Kingfisher dikenal sebagai maskapai kedua terbesar di India, maka penetrasi pasarnya melorot menjadi hanya 3,5 persen penetrasi terendah di India, sebelum akhirnya benar-benar tak beroperasi.

Kingfisher, sebenarnya mengatakan, sedang dalam pembicaraan dengan beberapa investor luar negeri seperti Etihad Airways, yang beroperasi dari Abu Dhabi. Meski demikian, para analis meragukan keterangan dari Kingfisher tersebut.




Bila awalnya Kingfisher dikenal sebagai maskapai kedua terbesar di India, maka penetrasi pasarnya melorot menjadi hanya 3,5 persen penetrasi terendah di India, sebelum akhirnya benar-benar tak beroperasi.





















00.00 | 0 komentar | Read More
Techie Blogger Techie Blogger