Rabu, 13 November 2013
Get Personalized Here!
| Sign In
- Ekonomi
- Bola
- Tekno
- Entertainment
- Otomotif
- Health
- Female
- Travel
- Properti
- Foto
- Video
- Forum
- Kompasiana
Get Personalized Here!
JAKARTA, KOMPAS.com — Hujan lebat disertai angin di wilayah Jakarta, Selasa (29/10/2013) siang hingga petang tadi, menumbangkan pohon di sejumlah lokasi. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI mengatakan, akibat tumbangnya pohon itu, beberapa ruas jalan mengalami kemacetan lalu lintas.
"Ada tujuh lokasi pohon tumbang," kata Kukuh kepada wartawan di Balaikota Jakarta, Selasa (29/10/2013) malam.
Berdasarkan data yang diperoleh dari BPBD DKI Jakarta, tujuh lokasi pohon tumbang berada di Jakarta Selatan. Lokasi tersebut meliputi Jalan TB Simatupang depan Garda Oto, Jalan Raya Pasar Jumat depan Sekolah Polisi Wanita, Jalan Raya Rawa Bambu Pasar Minggu, Jalan Raya Pesanggrahan, Jalan Raya Duren Tiga depan Hotel Kaisar, Jalan Raya Lebak Bulus depan Rumah Sakit Mayapada, dan Jalan Raya Ampera Prapatan.
"Stasiun Jatinegara arah Buaran, lalu lintas tersendat karena ada pohon tumbang menghalangi jalur transjakarta," kata Kukuh.
Kukuh mengatakan telah mengimbau seluruh wali kota, camat, dan lurah serta seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) DKI untuk mengaktifkan posko masing-masing wilayah. Hal itu untuk mengantisipasi datangnya musim hujan pada Oktober-November ini. Musim hujan di Jakarta diperkirakan mencapai puncak pada Januari-Februari 2014.
Pemprov DKI Jakarta juga telah menyiapkan kontingensi penanggulangan banjir yang tersebar di 56 kelurahan rawan banjir di Ibu Kota. Dengan kontingensi tersebut, penanganan banjir bisa dilakukan lebih cepat, termasuk dalam pendistribusian bantuan dan evakuasi warga.
Kukuh mengatakan, jumlah wilayah yang terendam banjir pada tahun 2012 tercatat sebanyak 124 kelurahan. Tahun ini BPBD DKI baru membentuk kontingensi di 56 kelurahan yang rawan banjir. "Kontingensi artinya kalau terjadi banjir warga melakukan apa. Kalau evakuasi apa yang dilakukan, akan diatur jalur evakuasinya," ujar Kukuh.
Editor : Laksono Hari Wiwoho
JAKARTA, KOMPAS.com — Dinas Perhubungan DKI Jakarta menyarankan agar jalur sepeda di Kanal Banjir Timur, Duren Sawit, Jakarta Timur, ditutup dengan penghalang jalan atau movable concrete barrier (MCB) dari fiberglass. Dengan demikian, kendaraan selain sepeda tidak dapat lewat di jalur tersebut.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Udar Pristono, Selasa (22/10/2013), mengatakan, saat ini jalur sepeda dan Taman Astra Heavy Equipment Maining and Energy Equipment (AHEME) di Kanal Banjir Timur (KBT) merupakan tanggung jawab Unit Pengelola Teknis Kanal Banjir Timur (UPT KBT). UPT KBT ini berada di bawah Dinas Pekerjaan Umum (DPU) DKI. Pristono menyarankan agar UPT KBT menutup jalur sepeda di KBT agar tidak ada pengendara sepeda motor dan pedagang kaki lima yang menggunakan jalur sepeda di sana.
"Kalau ditutup, kendaraan bermotor tidak bisa lewat, tidak akan ada PKL, kalau pesepeda masih bisa diangkat sepedanya," ujar Pristono.
Menurutnya, Dishub DKI siap berkoordinasi untuk merekayasa lalu lintas dan membatasi kendaraan bermotor di KBT. Ia mengatakan, petugas dapat menjaga sejumlah titik kemacetan di sana, tetapi tidak akan menjaganya selama 24 jam.
Kondisi jalur sepeda KBT saat ini digunakan oleh PKL dan parkir liar. Pengguna sepeda di jalur tersebut merasa tidak nyaman karena keberadaan PKL dan sepeda motor tersebut. Terlebih lagi, PKL tersebut semakin banyak pada Sabtu dan Minggu. Keberadaan PKL itu terlihat di pintu air Pondok Kopi, Taman AHEME, dan jalur sepeda dekat Rumah Sakit Duren Sawit. Jalur itu bahkan menjadi showroom dadakan untuk menawarkan mobil baru. Mobil keluaran terbaru itu diparkirkan di jalur sepeda dan para tenaga pemasaran membagikan brosur mobil itu kepada setiap orang yang melintas.
Taman AHEME memiliki luas 3,9 hektar dan panjang 1,4 kilometer. Taman itu diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo pada 16 Desember 2012.
Sumber : Warta Kota
Editor : Laksono Hari Wiwoho
JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum mengapresiasi kinerja Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dalam satu tahun. Menurut Anas, Jokowi dan wakilnya Basuki Tjahaja Purnama mampu membuat terobosan dalam membenahi masalah Ibu Kota.
Anas memuji terobosan Jokowi dalam menertibkan pedagang Pasar Tanah Abang serta revitalisasi waduk. "Ya, itu memang serius banget, tetapi itu sebuah terobosan dan itu langkah awal yang baik saya kira," ujar Anas di kediamannya, Selasa (15/10/2013).
Anas yang menjadi warga Duren Sawit, Jakarta Timur, berharap agar Jokowi dan Basuki melanjutkan program-program yang langsung dibutuhkan masyarakat. Menurut Anas, hal yang mendesak untuk segera diatasi adalah kemacetan, banjir dan kemiskinan.
Menanggapi dimulainya pembangunan mass rapid transit (MRT), Anas mengatakan, apa pun yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI, yang terpenting warga Jakarta mendapatkan fasilitas layanan transportasi publik yang bagus. Proyek MRT ini telah dimulai dengan groundbreaking yang dilakukan oleh Jokowi di Dukuh Atas, Jakarta Pusat, Kamis (10/10/2013). Apakah Anas juga setuju jika Jokowi berhenti menjadi gubernur dan maju sebagai calon presiden 2014? Untuk pertanyaan ini, Anas tidak berkomentar banyak. "Kalau sampai tahun berapa itu urusan politik lah. Itu terserah Jokowi dan terserah partainya," ujarnya. (Ferdinand Waskita)
Editor : Laksono Hari Wiwoho
"Ada 17 titik kita pasang dari Karet Tensin sampai (Jalan) KH Mas Mansyur. Kita pasang supaya masyarakat tahu kita pindah jualan ke sini. Dengan adanya pasang spanduk di sekitar Tanah Abang, mulai kelihatan pembelinya," ujar Koordinator Kumpulan Pedagang Kurma Tanah Abang (KPKT), Eki saat dihubungi, Selasa (8/10/2013).
Menurut Eki, spanduk tersebut merupakan inisiatif dari para pedagang kurma untuk mendatangkan pembeli. Mereka sempat dipindahkan ke halaman SMA Said Naum, Tanah Abang setelah pasar Tanag Abang ditata.
Spanduk tersebut dipasang sejak Sabtu (5/10/2013). Sejak spanduk tersebut dipasang, Eki mengaku omzet penjualannya mulai merangkak naik.
Setelah dipindah ke Thamrin City pada awal Oktober, omzet pedagang kurma tidak sampai Rp 1 juta per harinya. Setelah spanduk dipasanag, omzet pedagang kurma kini bisa melebihi angka Rp 1 juta dalam sehari
"Tapi saya denger juga ada yang dapat omzet Rp 5 juta sehari," kata Eki.
Kios pedagang kurma berada di lantai 3A, Thamrin City, Tanah Abang. Mereka dipindahkan dari tempat sementara di halaman SMA Said Naum Tanah Abang.
Editor : Ana Shofiana Syatiri
JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan istri terdakwa kasus mutilasi, Benget Sitomorang, Roini (33), mendatangi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, bersama kedua anaknya untuk melihat jenazah Benget.
Roini mengungkapkan, kehadirannya di RSCM karena desakan dari kedua putrinya yang ingin melihat jasad sang ayah untuk terakhir kalinya. "Saya baru tahu kalau bapaknya anak-anak meninggal, kemudian anak-anak ingin melihatnya," ujar Roini saat ditemui di RSCM, Selasa (1/10/2013).
Sejak enam tahun lalu, menurut Roini, dia bercerai dengan Benget. Sejak itu pula, ia tak lagi berkomunikasi dengan mantan suaminya, yang telah memberinya dua orang putri, Nita (10) dan Dwi (8).
Di mata Roini, Benget sangat gigih dalam bekerja. "Dia sopir metromini, getol nyari duit. Dulu kalau pulang selalu bawa sayuran. Dia juga sering memasak ketika pulang kerja. Malahan terkadang membawa sesuatu untuk anaknya," kenang Roini.
Menurut Roini, kabar kematian Benget-lah yang kemudian mendorong anak-anaknya ingin melihat jasad sang ayah untuk terakhir kalinya. Namun, saat tiba di RSCM, kedua anaknya justru mengurungkan niatnya.
Roini mengatakan, kedua putrinya ternyata tak sanggup melihat kondisi ayahnya yang sudah tak bernyawa tersebut. "Mereka enggak jadi lihat, mereka takut," tambah Roini.
Seperti diberitakan, Benget Situmorang merupakan terdakwa kasus mutilasi Darna Sri Astuti, istrinya. Benget melakukan aksinya di rumah sendiri, dibantu oleh wanita yang diduga selingkuhannya, Tini (39).
Benget dan Tini kemudian membuang potongan tubuh Darna pada Selasa (5/3/2013) pukul 06.30 WIB di Tol Cikampek. Benget dikenakan Pasal 340 KUHP jo 338 KUHP jo 351 KUHP dan dituntut dengan hukuman mati.
Editor : Eko Hendrawan Sofyan
JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Dinas Pendidikan DKI Taufik Yudi Mulyanto akan mempertimbangkan rumah susun (rusun) di Jakarta sebagai salah satu tempat uji coba penerapan jam wajib belajar bagi pelajar.
"Ya ide itu sangat bagus. Mungkin kita akan coba di rumah susun," ujar Taufik kepada wartawan di Balaikota, Jakarta, Selasa (24/9/2013).
Menurut Taufik, lingkungan di rumah susun sangat memungkinkan diberlakukannya jam wajib belajar bagi anak. Selain ruang lingkup yang kecil serta tingkat kepadatan penduduk yang teratur, memungkinkan pengawasan atas anak berjalan baik.
Uji coba penerapan kebijakan tersebut diketahui akan dilakukan di dua RT di masing-masing lima wilayah Jakarta. Namun, Taufik belum bisa memastikan di lokasi mana saja penerapan uji coba penerapan kebijakan bagi kebaikan para pelajar itu.
"Belum tahu di rusun mana, di RT mana, sampai saat ini masih dalam tahap persiapan," lanjut Taufik.
Hingga saat ini, kebijakan tersebut masih dalam persiapan dengan melibatkan siswa, komite sekolah, guru, tokoh agama dan sebagainya. Rencananya, Oktober 2013 mendatang, kebijakan itu akan diujicobakan masing-masing di dua RT di lima wilayah pemerintah kota di Jakarta.
Pemberlakuan jam wajib belajar anak mencuat menyusul kasus kecelakaan di Tol Jagorawi, beberapa waktu lalu. AQJ atau Dul (13), putra pasangan artis yang sudah bercerai, Ahmad Dani dan Maia Estianty, mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi pada tengah malam mengakibatkan insiden kecelakaan dan menewaskan enam orang lainnya.
Editor : Eko Hendrawan Sofyan
"Dua korban, laki-laki, berusia 40 dan 45 tahun," kata Kapolsek Tamansari, Kompol Ade Vivid, Selasa malam, dalam telewicara dengan TVOne. Berdasarkan pengakuan korban, Ade mengatakan satu korban telah disekap selama 1,5 bulan dan satu korban lain disekap sekitar dua pekan.
Sejauh ini, kata Ade, motif penyekapan diduga terkait utang-piutang. Dugaan ini berdasarkan pada keterangan sementara korban, yang mengatakan para penyekap baru akan membebaskannya bila keluarga mereka melunasi utang.
Ade menuturkan penggerebekan ruko yang masih dirahasiakan lokasinya itu, berawal dari laporan warga melalui babinmas. Atas laporan tersebut, Ade mendatangi ruko bersama anggotanya.
Sesampai di ruko, papar Ade dalam telewicara itu, mereka menjumpai beberapa penjaga. Karena polisi datang dengan senjata lengkap, tak ada perlawanan dari para penjaga ruko. Korban ditemukan di dapur dan di loteng ruko, keduanya terborgol ke teralis.
"Saat ditemukan, mereka mengira kami para penyekap, sampai nangis-nangis minta jangan dipukuli, nyembah-nyembah," kata Ade. Kondisi para korban, imbuh dia, selain shock juga ditemukan luka sobek yang hanya dibalut perban. Mereka pun mengaku hanya diberi makan tiga kali sehari.
Selain menemukan korban penyekapan, ditemukan juga senjata api dan senapan angin dari ruko yang menurut Ade dalam kesehariannya aktif berdagang. Saat ini delapan orang tengah dimintai keterangan terkait penyekapan ini, termasuk pemilik toko dan satu anggota TNI. "Anggota TNI dari Lantamal 2," sebut Ade. Berdasarkan keterangan korban, anggota TNI ini ikut memukuli korban.
Editor : Palupi Annisa Auliani
Dari pantauan Kompas.com, jalur lambat tepat di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi ditutup total untuk keperluan olah tempat kejadian perkara. Semua kendaraan dari arah Menteng diarahkan masuk ke jalur cepat. Garis polisi dipasang sampai tepat di pintu selatan gedung KPK.
Kerumunan warga juga diminta menjauh dari lokasi penembakan. Satu pasukan polisi bersenjata laras panjang sudah berada di lokasi. Sementara jenazah Bripka Sukardi sudah dibawa ke RS Polri di Kramatjati Jakarta Timur.
Bripka Sukardi, sendirian mengawal iring-iringan enam truk, ketika ditembak. Truk tersebut membawa eskalator yang akan diantar ke Rasuna Tower, Jakarta Selatan. Sukardi menunggang sepeda motor Honda Supra X bernomor polisi B 6671 TXL, dengan posisi di depan iring-iringan truk.
Berdasarkan keterangan petugas yang sama, pelaku diduga menggunakan dua sepeda motor. "Ada dua motor saat kejadian. Tiba-tiba ada suara ledakan dua kali. Saya baru keluar dari jalan di samping KPK, langsung melihat kejadian," kata polisi yang enggan disebut namanya itu.
Editor : Palupi Annisa Auliani
JAKARTA, KOMPAS.com — Massa yang tergabung dalam Forum Umat Islam (FUI) mengancam akan menyebarkan kecoa dan melempari Hotel Grand Hyatt, Jakarta —yang akan menjadi tempat menginapnya para peserta Miss World 2013— dengan kotoran.
"Kita tangkap kecoa yang banyak dan kotoran, lalu kita lemparin ke sana," ujar Sekjen FUI Muhammad Al Khotthap saat berorasi di depan MNC Tower, Selasa (3/9/2013).
Khotthap menyebutkan, perbuatan menyebar kecoa bukanlah perbuatan yang melanggar hukum karena tidak satu pun pasal yang mengatur hal tersebut. "Kalau perlu kita lempar jumrah sekalian," ucapnya di hadapan sekitar 200 massa yang berunjuk rasa.
Dalam aksinya, mereka menilai ajang tersebut merupakan bisnis amoral dan sangat bertentangan dengan budaya bangsa Indonesia.
Lima belas orang perwakilan FUI sempat diterima untuk membicarakan permasalahan ini kepada pihak MNC, tetapi dialog tersebut menemui jalan buntu.
FUI mengancam akan datang dengan massa yang lebih besar pada Jumat (6/9/2013) jika belum ada jawaban dari pihak penyelenggara.
Tiba di Bali
Sementara itu, sejumlah kontestan Miss World 2013 mulai berdatangan ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai, Denpasar, sejak Senin (2/9/2013) kemarin. Sekitar 20 kontestan tiba pada hari pertama, dan sekitar 60 kontestan dari berbagai belahan dunia dijadwalkan akan tiba di Bali, Selasa (3/9/2013).
Dari pantauan Kompas.com di Terminal Kedatangan Internasional, Bandara Ngurah Rai, Selasa siang tadi, tiga kontestan yang berasal dari Afrika Selatan, Nepal, dan Ekuador tiba sekitar pukul 15.00 Wita dan dijemput dengan pengawalan ketat oleh panitia Miss World 2013.
Rencananya, 130 kontestan Miss World ini akan menjalani karantina di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, sekitar satu minggu. Malam puncak pemilihan Miss World akan digelar di Jakarta pada tanggal 28 September mendatang.
Editor : Eko Hendrawan Sofyan
JAKARTA, KOMPAS.com — Pemain sepak bola keturunan Nigeria, Greg Nwokolo, menjalani pemeriksaan di Markas Polres Metro Jakarta Selatan, Selasa (27/8/2013). Greg diperiksa dengan 10 pertanyaan terkait laporan dugaan penganiayaan dan percobaan perkosaan terhadap seorang mahasiswi bernama Rahelia Geby (24) pada 16 Agustus 2013.
"Kurang lebih ada 10 pertanyaan yang ditanyakan pada Greg. Greg memberikan jawaban sesungguh-sungguhnya," ujar Ramdan Alamsyah, kuasa hukum Greg, saat mendampingi Greg dalam pemeriksaan di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Selasa (27/8/2013).
Greg mengaku telah menjawab semua pertanyaan yang diberikan oleh polisi. Greg mengatakan, kasus ini tidak memengaruhi posisinya di tim nasional Indonesia. "Apa yang mau mereka tanyakan, aku jawab semua. Pokoknya sudah diperiksa, tinggal perkembangannya. Kasus ini enggak ada hubungannya sama timnas," ujar Greg singkat.
Ramdan mengatakan, kehadiran Greg bersama kuasa hukumnya sudah membuktikan sikap kooperatif dari pemain naturalisasi tersebut. Kini Greg tinggal menunggu hasil pemeriksaan oleh penyidik.
Greg dilaporkan oleh Geby atas penganiayaan di kediaman Greg, Jalan BDN II No 18 Cilandak, Jakarta Selatan. Greg terancam dijerat Pasal 351 KUHP.
Menanggapi laporan itu, Greg melaporkan balik Geby ke Polda Metro Jaya pada 22 Agustus 2013 atas tuduhan pencemaran nama baik. Geby terancam dijerat Pasal 310 dan Pasal 311 KUHP.
Editor : Laksono Hari Wiwoho
”Kita baru dengar hal itu di media, apa benar mereka hengkang karena tidak sanggup bayar gaji sesuai UMP? Itu perlu ditanya ke perusahaanya,” ujarnya saat dihubungi, Selasa (20/8).
Edy mengatakan, Kadin DKI akan melakukan pengecekan, dan jika memang benar diakibatkan kesulitan membayar UMP yang tinggi, maka patut menjadi perhatian semua pihak.
”Bisa saja perusahaannya yang memiliki manajemen kurang baik, terlibat hutang besar, atau lainnya, jadi memang harus dicek. Tapi kalau memang benar (karena UMP tinggi), ini harus menjadi perhatian,” ujarnya.
Menurut Edy, kenaikan UMP tinggi perlu diwaspadai pada 2014. Menurutnya, dalam pembahasan APBN RI 2014 juga terdapat kenaikan unsur gaji pegawai negeri sipil.
”Kenaikan gaji PNS akan memicu kenaikan gaji di sektor swasta. Ditambah kenaikan harga BBM, inflasi, dan sebagainya, pasti ada kenaikan UMP tahun depan,” ujarnya. Kadin DKI juga akan menerjunkan tim untuk memantau langsung harga-harga dan kebutuhan masyarakat. Agar bisa merumuskan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) untuk tahun 2014.
Bahkan unsur buruh sudah mengusulkan angka UMP untuk tahun 2014 yaitu sebesar Rp3,7 juta. Usulan itu, didasarkan atas pernyataan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang menyatakan standar kehidupan layak di Jakarta mencapai Rp4 juta.
Namun Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja menilai perusahaan di Jakarta tidak akan sanggup menaikkan UMP sebesar itu. Pria yang biasa disapa Ahok mengatakan jika UMP naik hingga angka itu, bisa terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran di Jakarta.
”Idealnya memang relokasi pabrik-pabrik agar pindah dari Jakarta, tapi tidak bisa langsung, UMP juga tidak bisa langsung besar,” ujar pria yang biasa disapa Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, kemarin. Menanggapi ketidak mampuan perusahaan membayar UMP, Ahok menilai tidak ada keseimbangan antara UMP dengan produktifitas buruh.
Bila UMP dinaikkan mendekati KHL Rp 4 juta tersebut, lanjut Ahok, produktivitas dan kinerja buruh atau pekerja belum sesuai dengan gaji yang didapatkan.
”Solusi kita menjadikan para pekerja ini sebagai pengusaha sektor Usaha Kecil Menengah (UKM). Tetapi masalahnya, mereka akan jualan di pinggir jalan, buka warung, jadi PKL, ya masalah lagi buat Jakarta,” tuturnya.
Ia mengatakan, pengusaha masih banyak memilih berusaha di Jakarta karena infrastruktur sudah sangat siap. Sedangkan di kawasan lain, infrastruktur masih sulit. Pemerintah pusat masih belum mampu melakukan pemerataan pembangunan infrastruktur di daerah-daerah.
“Kalau produksinya mahal, mereka tidak bisa menutupi gaji, artinya perusahaan tidak boleh ada di tempat yang KHL-nya mahal dong. Coba kamu jadi pegawai mau makan apa kalau gaji rendah,” ujarnya. (Ahmad Sabran)
Editor : Tjatur Wiharyo
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto menjelaskan, sulitnya memberantas perdagangan senjata api ilegal di antaranya karena panjangnya garis pantai Indonesia yang menyebabkan jalur laut atau pelabuhan tikus tidak bisa dikontrol.
"Ini merupakan pintu masuk senjata ilegal dari luar negeri," kata Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Selasa (13/8/2013).
Selain dari luar negeri, kata Rikwanto, senpi ilegal juga berasal dari daerah konflik, seperti Aceh, Poso, Papua, Maluku, dan Palu. Selain itu, banyak juga senpi ilegal, senpi yang diselundupkan dari para eks teroris.
Rikwanto menjelaskan selain ketiganya, disinyalir banyak pabrik rumahan yang membuat senpi rakitan di Indonesia. Senjata api buatan rumahan ini harganya cukup murah dan sangat menggiurkan.
Menurutnya, kepolisian sudah menyidak dan menyita sejumlah senjata api rakitan, salah satunya di Cipacing, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. Namun, diakui penjualan tersebut selalu kembali marak dengan munculnya pabrik rumahan lain di lokasi berbeda.
"Polisi berencana akan melakukan koordinasi lintas sektoral terkait maraknya penjualan senjata api ilegal. Dengan perkembangan zaman yang semakin canggih, dan adanya perubahan cara pelaku melakukan kejahatan dengan menggunakan senjata, pihak kepolisian harus bersiap," papar Rikwanto.
Rikwanto menuturkan senjata api ilegal kini sudah masuk dalam tren kejahatan terkini. Senjata api dianggap sangat efisien digunakan pelaku kejahatan untuk menyukseskan aksinya.
"Banyaknya senjata api yang digunakan pelaku kejahatan, terlihat dari sejumlah aksi penangkapan yang dilakukan polisi terhadap pelaku kejahatan. Sebagian besar mereka memiliki senjata api, terutama senpi rakitan," katanya.
Menurut Rikwanto sekalipun ada pelaku kejahatan yang menggunakan senjata api pabrikan dan senapan angin, tetapi penggunaan senjata api rakitan masih yang tertinggi. "Karena penjualan senjata api rakitan terbilang murah dan mudah didapatkan di oknum pedagang senapan angin," katanya.
Editor : Tjatur Wiharyo
"Kegiatan patroli skala besar diarahkan ke wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Pusat," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rikwanto di Jakarta, Selasa (6/8/2013).
Rikwanto mengatakan, lokasi patroli skala besar meliputi wilayah Jakarta Timur dan Jakarta pusat, yakni Markas Polda Metro Jaya - Casablanca - Pondok Kelapa - Kalimalang - Perum Cipinang - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pondok Bambu - Klender - Lapas Cipinang - Markas Kodim Lama -By Pass/Rawa Sari - Lapas Salemba - Polres Metro Jakarta Pusat.
Kegiatan patroli dipimpin Perwira Menengah Pengawas Direktorat Sabhara, Komisaris Polisi Mujiono, Penanggung Jawab Sumber Daya Dalmas, dan Gasum.
Rikwanto menyebutkan kekuatan personel melibatkan 94 anggota, terdiri dari Ditsabhara sebanyak 47 personel, Satbrimob (45 personel), dan Bidhumas (dua personel).
Pelaksanaan patroli skala besar ini merupakan bagian dari kegiatan Operasi Ketupat Jaya yang berlangsung sejak 2-16 Agustus 2013.
Editor : Tjatur Wiharyo
JAKARTA, KOMPAS.com — Polisi akan melibatkan anggota Detasemen Khusus 88 Antiteror untuk mencari motif penembakan Aipda Patah Saktiyono. Pelibatan Densus 88 ini untuk mengantisipasi tindak terorisme di balik penembakan tersebut.
Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto mengatakan, pihaknya sedang menunggu perkembangan kondisi korban. Nantinya jika kondisi korban sudah memungkinkan, korban akan dilibatkan dalam olah tempat kejadian perkara (TKP).
"Untuk mengetahui tepatnya di mana dia ditembak, kaitannya itu adalah untuk mencari anak peluru yang belum ditemukan," ujar Rikwanto di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (30/7/2013).
Hal itu dilakukan karena Patah masih sempat menjalankan kendaraannya sekitar 200 meter hingga akhirnya berhenti di sebuah masjid. Korban kemudian mendapat pertolongan warga sekitar yang membawanya ke rumah sakit.
Patah ditembak orang tak dikenal dalam perjalanannya menuju tempat kerja di Jalan Cirendeu Raya, depan Sekolah Al-Path, Ciputat, Tangerang Selatan, Sabtu (27/7/2013), pukul 04.30. Korban yang sedang mengemudikan sepeda motor ditembak dari belakang oleh dua orang yang juga mengendarai sepeda motor.
Korban mengalami luka tembak tembus di dada kiri. Saat ini korban sedang manjalani perawatan di Rumah Sakit Kramat Jati, Jakarta Timur.
Editor : Laksono Hari Wiwoho
"Ketika ditangkap, mereka mengaku tidak bisa jalan, kakinya nekuk. Namun saat akan dibawa ke panti, mereka langsung bisa jalan layaknya orang normal," urainya saat dihubungi Kompas.com, Selasa (23/7/2013).
"Mereka mengaku, kalau cuma compang-camping, susah untuk cari simpati orang. Karena itu mereka menggunakan modus ini," ungkapnya.
Menurut Miftahul, pihaknya menemukan pengemis yang beraksi dengan cara itu di kawasan Kelurahan Bintaro dan Kelurahan Tanah Kusir, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Miftahul menduga, pengemis-pengemis itu terorganisasi.
"Modusnya sama, gerobaknya sama. Salah satu orang mengaku dari Cilincing (Jakarta Utara). Masa dari Cilincing pakai gerobak," ujarnya.
Para pengemis itu telah dibawa Seksi Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan ke Panti Sosial Bina Insan (PSBI) Cipayung, Jakarta Timur.
Editor : Tjatur Wiharyo
JAKARTA, KOMPAS.com — Izin penyelenggaraan Monas Fair yang hanya sampai 24 Juli 2013, sementara acara berlangsung hingga 4 Agustus 2013, menjadi sorotan Pemprov DKI. Pihak penyelenggara pun berjanji mematuhi apa yang diminta oleh Pemprov.
"Kami selaku panitia pelaksana akan mengikuti petunjuk dan kehendak Pemda DKI," kata Ketua Panitia Monas Fair M Haikal Sastrajumena saat dihubungi Kompas.com, Selasa (16/7/2013).
"Bila suasana kondusif dan animo masyarakat serta tenant menginginkan perpanjangan event ini, maka kami akan mengajukannya ke dinas yang terkait," tambah dia.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman Provinsi DKI Jakarta Widyo Dwiyono mengungkapkan pihaknya hanya bisa memberi izin selama 10 hari.
"Waktu penyelenggaraan (Monas Fair) itu dapat diselenggarakan selama jangka waktu 10 hari. Itu dasarnya sesuai perarturan tentang penyelenggaraan kegiatan di taman,” ujarnya.
Sementara Kepala Biro Kepala Daerah dan Kerja Sama Luar Negeri Heru Budi Hartono mengatakan, pihak penyelenggara, PT Nusantara Andika, harus mengajukan permohonan izin kembali untuk menyelenggarakan acara tersebut hingga satu bulan mendatang. Apabila tidak mengajukan izin, kata dia, akan ada sanksi yang dikenakan kepada pihak penyelenggara.
Sanksi itu datang dari Dinas Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan (UMKMP) DKI dan UPT Taman Monas yang berada di bawah naungan Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI.
Editor : Ana Shofiana Syatiri
Pelaku, Alexander Budiman (20) warga Pademangan, Jakarta Utara yang bekerja sama dengan sang kakak, Meta Susanti (22) telah berhasil membawa motor Honda Blade Repsol warna orange dengan nomor polisi (Nopol) B 3986 TAK milik Siti Qomariah (30) salah satu penghuni kos.
"Aksi mereka berhasil terekam CCTV yang ada dihalaman parkir kos-kosan yang dipasang sang pemilik. Pelaku Alexander ditangkap di daerah Kapuk, Jakarta Barat dan Meta hingga kini belum tertangkap," kata Kapolsek Sawah Besar, Kompol Shinto Silitonga, di Mapolsek Sawah Besar, Selasa (9/7/2013).
Sementara itu, Kanit Sawah Besar, Iptu Reza Pahlevi menjelaskan bahwa selain menangkap pelaku pencurian, pihaknya juga berhasil menangkap penadah barang curian dari aksi kejahatan Alexander ditempat yang terpisah.
Tiga penadah itu diantaranya, Sandi Suryadi (27) karyawan swasta di Grogol Permai ditangkap Senin (8/7) di Apartemen City Park Cengkareng. Kemudian Robet alias AJis (29) karyawan swasta ditangkap di Pergudangan Pantai Indah Dadap, Tanggerang. Dan yang terakhir Saprianto (32) yang ditangkap di Perum Puri Kamal Teluk Naga, Tanggerang.
"Ketiga penadah itu ditangkap pada hari hari yang sama, Senin (8/7) ditempat terpisah. Mereka pun sudah lama menjadi penadah dari barang-barang curian selain suplai barang dari Alexander. Mereka mengaku mendapatkan komisi antara Rp 200 ribu hingga Rp 1 juta permotor," kata Reza
Alexander Budiman dikenakan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman 8 tahun penjara. Untuk para penadah dikenakan pasal 480 KUHP tentang penadahan dengan ancaman hukuman pidana 6 tahun penjara.
Editor : Tjatur Wiharyo
Briptu Nugroho Eko Krismianto adalah terdakwa kasus sodomi terhadap FF (5). JPU beralasan, alasan sidang ditunda karena belum menyelesaikan berkas tuntutan.
Jhony Mazmur Manurung, kuasa hukum korban, mengatakan, sidang dengan agenda tuntutan telah ditunda tiga kali dengan alasan tidak jelas.
"Ini sudah ketiga kalinya ditunda untuk sidang dengan agenda tuntutan. Alasannya tidak jelas, JPU belum siap membuat tuntutan. Ini janggal, untuk sidang tuntutan saja harus sebulan lamanya," kata Jhony kepada wartawan di PN Jakarta Timur.
Menurutnya, pada sidang sebelumnya dengan agenda mendengar keterangan saksi korban, pihak korban juga harus menelan kekecewaan dengan penundaan sidang yang diputuskan majelis hakim.
"Waktu kami mencoba menghadirkan saksi untuk memberatkan, majelis hakim langsung memutuskan sidang ditunda, padahal waktu itu saksi sudah hadir," ungkap Jhony.
Pihak keluarga korban menyatakan, pengadilan tidak kooperatif. Komunikasi JPU dengan keluarga korban pun dinilai kurang berjalan. Bahkan, sebagai kuasa hukum korban, Jhony mengaku tidak menerima berkas dakwaan dari JPU.
Briptu Nugroho Eko Krismianto dan seorang kuli bangunan bernama Saiful Anwar (32) didakwa melanggar Pasal 82 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 juncto Pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun dan paling sedikit tiga tahun penjara serta denda maksimal Rp 300 juta dan minimal Rp 60 juta.
Editor : Tjatur Wiharyo
JAKARTA, KOMPAS.com — Dalam ziarah makam jelang HUT ke-486 Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bagi-bagi tugas. Jokowi ke TMP Kalibata, sementara Basuki ke makam Pangeran Wijaya Kusuma.
Dengan menggunakan pakaian seragam sadariah dibalut dengan sarung biru, Basuki tiba di pemakaman sekitar pukul 07.45 WIB. Basuki langsung disambut oleh Wali Kota Jakarta Barat Fatahillah. Basuki pun didapuk sebagai pemimpin upacara penghormatan ziarah Makam Pangeran Wijaya Kusuma.
Pria yang akrab disapa Ahok itu pun tampak khusuk saat berdoa di depan Makam Pangeran Wijaya Kusuma. "Kepada arwah Pangeran Wijaya Kusuma, beri hormat," kata Basuki seraya memimpin upacara di Makam Wijaya Kusuma, Tubagus Angke, Jakarta Barat, Kamis (20/6/2013).
Setelah berziarah dan tabur bunga ke makam Pangeran Wijaya Kusuma, Basuki atas nama Pemprov DKI memberikan santunan bagi juru kunci (kuncen) makam Pangeran Wijaya Kusuma, Hadidoyo (63). Kemudian, ia bersama Hadidoyo berkeliling menengok lingkungan makam Pangeran Wijaya Kusuma.
Pangeran Wijaya Kusuma merupakan seorang pejuang yang memperjuangkan Jakarta dari tangan pemerintahan VOC Belanda. Selain Basuki, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo juga berziarah ke Taman Makam Pahlawan Kalibata dan Pemakaman Karet Bivak.
Setelah berziarah di Makam Pangeran Wijaya Kusuma, Basuki pun langsung meluncur ke acara groundbreaking (peletakan batu pertama) pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) Daan Mogot, Jakarta Barat.
Editor : Ana Shofiana Syatiri
Severity: Notice
Message: Undefined property: stdClass::$view_quiz
Filename: views/read-article-alt2.php
Line Number: 325